MENGENAL GENDING JAWA (Bagian – I)

Difinisi Gending

Gending, adalah bahasa Jawa yang berarti : Ahli membuat Gamelan (Alat Musik Tradisional Jawa), atau Lagu yang berasal dari bunyi Gamelan.

Fungsi Gending.

Gending dapat berfungsi untuk berbagai macam pementasan kesenian diantaranya adalah sbb :

  • Sebagai Pengiring Pergelaran Wayang Kulit.
  • Sebagai Pengiring dalam Pementasan (Tari-tarian, Ketoprak dlsb).
  • Sebagai Pengiring Acara Ritual adat Jawa,
  • Sebagai Hiburan Lepas (Kerawitan) dlsb.

GENDING SEBAGAI PENGIRING WAYANG

Sebagai ilustrasi, coba kita lihat skema berikut :

Skema Gending Pengiring Wayang

Baca lebih lanjut

Seniman & Pelaku Seni

Sebenarnya, selama ini ada kegalauan didalam benak saya, ……….. sudah layakkah saya menyebut diri sebagai seorang Pelukis? Apa lagi menyebut diri sebagai Seniman. Untuk itu, …… saya mencoba  mencari jawabannya, baik  melalui media internet maupun melakukan diskusi dengan rekan-rekan yang saya anggap lebih senior dan banyak tahu tentang hal tersebut.

Pada suatu kesempatan, saat dalam perjalanan menuju kawasan Gunung Kelut dalam acara Tour dengan tema “Melukis Bareng” bersama Komunitas Adhicipta Art yang diprakarsai oleh Bpk. H. Winarno (Herona), kami berada dalam satu mobil dengan teman-teman diantaranya : Mas Shakti Laksono, Bu Retno Nagayomi,  Pak Leman, mbak Novi dan yang lainnya. Baca lebih lanjut

Raden Saleh Sjarief Bustaman

Riwayat Hidup Singkat.

Nama : RADEN SALEH SJARIEF BUSTAMAN

Tempat/Tahun Lahir : Terbaya, 1807

Tempat/Meninggal : Bogor, 23 April 1880

Nama Ayah : Sayid Husen bin Alwi bin Awal

Nama Ibu : Raden Ayu Sarif Husen Bin Alwi Bin Awal

Riwayat sebagai Pelukis :

  1. Pada tahun 1817 dan 1829 mendapat pendidikan dasar melukis dari A.A.J. Payen seorang pelukis dari Belgia, saat Raden Saleh dipersiapkan oleh Pemerintah Hindia Belanda untuk menjadi calon pegawai pada “Badan Penyelidikan Ilmu Pengetahuan dan Kesenian”  yang dikepalai oleh Prof.C.G.C. Reinwardt di Bogor. Baca lebih lanjut

NEOKLASIK versus ROMANTIK


Sumpah Keluarga Horatius

Jacques Louis David, SUMPAH HORATII (1784)

Setelah melewati masa yang cukup panjang pada zaman Renesans dibawah dominasi Gereja yang berpusat di Roma, dan disusul dengan zaman Rokoko dibawah kekuasaan para Raja dan para Bangsawan, maka kehidupan Senirupa dunia telah memulai babak baru yang  ditandai dengan lahirnya mazhab NEOKLASIKISME yang dipelopori oleh Jacquis Louis David (1748 – 1825) dan mazhab ROMANTIKISME yang dipelopori oleh Theodore Gericault (1791 – 1824 ) yang kemudian di sebut sebagai zaman “Senirupa Modern”.

Kedua aliran ini lahir dan berkembang bersamaan dengan berakhirnya masa feodalisme di Perancis yang  kemudian disusul dengan pecahnya “Revolusi Perancis” pada tahun 1789. Baca lebih lanjut

SPIRIT HITAM PUTIH

TONGGAK SEJARAHBeberapa bulan lalu, komunitas ADHICIPTA ARTS menyelenggarakan Pameran bersama di SOZO GALLERY Jl. Simpang Darmo Permai Timur  Surabaya dengan  tajuk :  “SPIRIT HITAM-PUTIH.

Tulisan ini memang terkesan terlambat dipublikasikan, tetapi mengingat bahwa ;  dibalik acara pameran ini terkandung banyak hal yang berbeda dan tersirat wacana yang multi makna, maka sayang sekali jika tidak ada seorangpun yang secara jujur memberikan kesan-kesannya.  Soal bobot karya, rasanya bukan porsi saya untuk memberikan penilaian, karena disamping   bukan ahlinya, saya juga  sebagai seorang peserta sehingga kurang etis jika memberikan penilaian tentang hal tersebut, biarlah…… mereka yang berkopenten yang memberikan apresiasi. Baca lebih lanjut

S. PANDJI tentang S. TOYO

  Bagi para seniman/pelukis dan para pemerhati seni-lukis di Surabaya

S.TOYO (1992) dengan latar belakang lukisannya.

khusunya dan Jawa Timur umumnya, barang kali nama S. Toyo bukanlah nama yang asing. Sebagaimana kita kenal bersama bahwa S.Toyo adalah seorang pelukis realis yang sangat konsisten sampai akhir hidupnya. Walaupun banyak orang mengenal S. Toyo melalui karya-karyanya, namun saya yakin bahwa tidak banyak dari mereka yang mengetahui sosok S. Toyo  dari dekat, apalagi tentang kehidupan pribadinya yang unik serta kegeniusanya sebagai seorang seniman. Saya banyak mengetahui pribadi beliau karena pernah tinggal dan hidup bersama beliau hampir selama 2 tahun.

AWAL PERKENALAN SAYA DENGAN S. TOYO.

Pada pertengahan tahun 1972 saat saya duduk di bangku Sekolah Menengah Atas di kota Kediri, seorang tetangga yang mempunyai usaha di bidang percetakan yang bernama Pak BAKRI merekrut saya menjadi seorang juru gambar.

CIKAR 1 (1990), karya S.Toyo

Suatu saat, beliau membawa sebuah lukisan  berukuran kira-kira 45 cm x 60 cm dengan gambar seorang wanita telanjang sedang menuntun seorang anak kecilyang juga telanjang dengan

pose tampak dari belakang. Dengan menunjukkan lukisan tersebut beliau berkata ” Ini lho lukisannya mas Toyo yang sekarang tinggal di Surabaya. Dulu dia juga membantu saya seperti kamu, dan setelah beberapa tahun ikut mas Djono di ujung Pandang, sekarang dia memilih profesi sebagai pelukis dan tinggal di Surabaya. Nanti kalau kamu sudah lulus sekolah tak ajak ke Surabaya untuk saya kenalkan dengan mas Toyo”. Baca lebih lanjut

BEDHOYO KETAWANG

bedoyo

Pada tahun 2000, saat saya dan teman-teman menghadiri sebuah acara sarasehan sastra Jawa disebuah tempat di Jakarta Selatan, saya diperkenalkan oleh mas Edy dengan seorang ibu yang bernama ibu Astuti Hendrato, seorang ibu yang mengenakan pakaian Jawa klasik dengan jarik, kebaya serta sanggul, yang ternyata beliau adalah “dosen luar biasa Sastra Jawa di Fakultas Sastra Universitas Indonesia (UI)”. Dalam perbincangan disela-sela acara, terkuak bahwa ternyata beliau adalah salah seorang pelaku tari dari sebuah tari tradisional yang begitu sacral dari keraton Surakarta yang disebut tari “BEDHAYA KETAWANG”. Kebetulan sekali, karena sudah sejak lama saya ingin mengabadikan tarian tersebut dalam sebuah lukisan, namun karena untuk mendapatkan informasi seputar tarian tersebut saya belum menemukan nara sumber yang tepat, maka perkenalan saya dengan ibu Astuti ini seolah-olah menggugah semangat saya untuk segera mewujudkan keinginan saya tersebut. Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.