![]()
Beberapa bulan lalu, komunitas ADHICIPTA ARTS menyelenggarakan Pameran bersama di SOZO GALLERY Jl. Simpang Darmo Permai Timur Surabaya dengan tajuk : “SPIRIT HITAM-PUTIH.
Tulisan ini memang terkesan terlambat dipublikasikan, tetapi mengingat bahwa ; dibalik acara pameran ini terkandung banyak hal yang berbeda dan tersirat wacana yang multi makna, maka sayang sekali jika tidak ada seorangpun yang secara jujur memberikan kesan-kesannya. Soal bobot karya, rasanya bukan porsi saya untuk memberikan penilaian, karena disamping bukan ahlinya, saya juga sebagai seorang peserta sehingga kurang etis jika memberikan penilaian tentang hal tersebut, biarlah…… mereka yang berkopenten yang memberikan apresiasi.
Saat itu, di Gallery milik Cak ASRI NUGROHO (Cak Nug) tersebut di gelar lebih-kurang sebanyak 40 buah lukisan, karya dari 20 orang pelukis yang masing-masing tampil dengan corak dan gayanya sendiri-sendiri. Pameran ini berawal dari gagasan yang dilontarkan oleh Cak Nug, yang kemudian disambut hangat oleh Mas Sakti Laksono (Q. Sakti = Ketua Komunitas Adhicipta Arts), serta mendapat tanggapan yang antusias dari rekan-rekan anggota Komunitas. Bahkan hampir seluruh anggota komunitas menyatakan ingin ikut serta dalam pameran tersebut, namun karena terbatasnya ruang pamer, maka pesertapun dibatasi hanya bisa diikuti oleh 20 orang dengan masing-masing mengikutsertakan 2 buah karya.
YANG BEDA DALAM PAMERAN INI.
Ada beberapa hal tak biasa yang menarik dicatat dari penyelenggaraan pameran ini, diantaranya sbb :
- Sesuai dengan judulnya, maka karya yang diikut sertakan dalam pameran ini harus berupa lukisan “HITAM-PUTIH” atau bahkan cenderung ke arah DRAWING STYLE. Batasan ini mengakibatkan beberapa rekan ragu untuk segera memulai berkreasi, sehingga perlu diberikan dorongan.
- Tema dan Obyek karya boleh berbentuk apa saja, asalkan bukan “BUNGA”. Inilah yang rupanya membawa konsekuensi, dimana beberapa rekan terpaksa mengundurkan diri sebagai peserta karena mereka tidak yakin akan kemampuannya jika melukis selain bunga.
- Lukisan harus dibuat di atas kanvas dengan ukuran yang seragam (70cm x 90cm), dengan spanraam setebal lebih-kurang 5 cm, sehingga tidak lagi perlu menggunakan Frame (Pigura). Dengan demikian lukisan menjadi terkesan minimalis, walaupun sebenarnya obyek yang diangkat adalah klasik.
MENGGUGAH SEMANGAT
Sebagaimana tajuk yang dipilih, yaitu “SPIRIT HITAM PUTIH”, maka saya mencoba untuk memberi makna bahwa tujuan utama dari pameran ini adalah MENGGUGAH SEMANGAT khususnya bagi para anggota komunitas Adhicipta Arts dan umumnya bagi para seniman regional Jawa Timur, agar senantiasa tetap mempunyai semangat yang tinggi dan konsisten dalam berkarya, yang substansinya; tidak hanya dalam hal kwantitas, tetapi yang lebih penting adalah dalam hal kwalitas karya.
Sementara itu HITAM-PUTIH mempunyai makna, bahwa : keindahan itu bisa juga ada didalam kesederhanaan, artinya bahwa yang sederhana itu belum tentu tidak indah, namun sebaliknya yang glamor itu belum tentu indah. Dengan demikian, menggunakan media apapun seorang seniman harus tetap bisa menghasilkan karya yang indah dan berkwalitas, bahkan dengan secuil arang sekalipun.
Seperti pada kegiatan-kegiatan sebelumnya, komunitas ini lebih mengutamakan pada tujuan membangun kebersamaan, dan saling memberikan dorongan antar sesama anggota komunitas agar lebih giat belajar dan berkarya.
UP TO YOU
Diantara beberapa karya yang di pamerkan, ada 2 (dua) buah lukisan karya saya yang masing-masing saya beri judul : “UP TO YOU 1″ (yg menggambarkan Tiang berukir) dan “UP TO YOU 2″ (yang menggambarkan Topeng Klasik ).
Pilihan judul ini tentunya bukan asal comot, tetapi mempunyai tujuan dan maksud agar para pemerhati lukisan memberikan judul sendiri-sendiri sesuai dengan analisa serta alasan masing-masing, …… kenapa mereka memilih judul yang mereka yakini tepat untuk lukisan tersebut. Tentunya setiap orang akan memberikan titel yang berbeda-beda, tergantung sejauh mana mereka akrab dengan obyek yang tampak di dalam lukisan tersebut. Nah, …….. disinilah kecintaan mereka terhadap budaya sendiri diuji.
Konsep Kreatif dari karya ini memang dilandasi oleh semangat cinta Budaya Nusantara, sebagaimana karya-karya sebelumnya yang sekiranya hanya dengan cara ini, saya mampu berbuat sesuatu demi ikut melestarikannya. Semoga upaya ini mendapatkan simpati khususnya dari kalangan generasi muda, agar dikemudian hari Budaya yang sudah kita miliki tidak di bajak oleh bangsa lain.
Filed under: Seni Lukis Ditandai: | Budaya Nusantara, Drawing, Hitam-Putih, Lukisan Budaya, Pameran Lukisan, Sejarah Mojopahit, Topeng, Ukiran







