<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>S. Pandji Online</title>
	<atom:link href="http://pandjipainting.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pandjipainting.wordpress.com</link>
	<description>Selamat Berkunjung. Pada hakekatnya Blog ini merupakan tempat untuk menuangkan  pemikiran saya tentang masalah Seni, Budaya serta kaitanya dengan kehidupan sosial. Jika porsi tulisan tentang Seni lukis lebih dominan ketimbang yang lain, hal ini semata-mata karena profesi saya sebagai seorang pelukis yg ingin membagi pengalaman serta wacana dengan siapapun yg mempunyai simpati pada dunia tersebut dan semoga ada manfaat yang dipetik. Terima kasih atas kunjungan anda..</description>
	<lastBuildDate>Sat, 03 Dec 2011 08:00:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='pandjipainting.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>S. Pandji Online</title>
		<link>http://pandjipainting.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://pandjipainting.wordpress.com/osd.xml" title="S. Pandji Online" />
	<atom:link rel='hub' href='http://pandjipainting.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>MENGENAL GENDING JAWA (Bagian &#8211; I)</title>
		<link>http://pandjipainting.wordpress.com/2011/12/03/mengenal-gending-jawa-bagian-i/</link>
		<comments>http://pandjipainting.wordpress.com/2011/12/03/mengenal-gending-jawa-bagian-i/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Dec 2011 07:52:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sudiyanto Pandji</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni Wayang]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Asmarandana]]></category>
		<category><![CDATA[Bodolan]]></category>
		<category><![CDATA[Gending]]></category>
		<category><![CDATA[Goro-goro]]></category>
		<category><![CDATA[Jejer Bondet]]></category>
		<category><![CDATA[Jejer Kawitan]]></category>
		<category><![CDATA[Jejer Sabrangan]]></category>
		<category><![CDATA[Jejer Wayang]]></category>
		<category><![CDATA[Jengkar Kedaton]]></category>
		<category><![CDATA[Kabor]]></category>
		<category><![CDATA[Kawah]]></category>
		<category><![CDATA[Kawit]]></category>
		<category><![CDATA[Kraweitan]]></category>
		<category><![CDATA[Ladrang Slamet]]></category>
		<category><![CDATA[Ladrang Wilujeng]]></category>
		<category><![CDATA[Limbuk'an]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenal Gamelan Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Perang Gagal]]></category>
		<category><![CDATA[Perang Kembang]]></category>
		<category><![CDATA[Perang Pupuh]]></category>
		<category><![CDATA[Perang Rempak]]></category>
		<category><![CDATA[Pertapaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pandjipainting.wordpress.com/?p=477</guid>
		<description><![CDATA[Difinisi Gending Gending, adalah bahasa Jawa yang berarti : Ahli membuat Gamelan (Alat Musik Tradisional Jawa), atau Lagu yang berasal dari bunyi Gamelan. Fungsi Gending. Gending dapat berfungsi untuk berbagai macam pementasan kesenian diantaranya adalah sbb : Sebagai Pengiring Pergelaran Wayang Kulit. Sebagai Pengiring dalam Pementasan (Tari-tarian, Ketoprak dlsb). Sebagai Pengiring Acara Ritual adat Jawa, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pandjipainting.wordpress.com&amp;blog=6071918&amp;post=477&amp;subd=pandjipainting&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3>Difinisi Gending</h3>
<p><strong><span style="color:#993300;">Gending</span></strong>, adalah bahasa Jawa yang berarti : <strong><span style="color:#993300;">Ahli membuat Gamelan</span></strong> (Alat Musik Tradisional Jawa), atau <strong><span style="color:#993300;">Lagu yang berasal dari bunyi Gamelan</span></strong>.</p>
<h3>Fungsi Gending.</h3>
<p>Gending dapat berfungsi untuk berbagai macam pementasan kesenian diantaranya adalah sbb :</p>
<ul>
<li><span style="color:#0000ff;">Sebagai Pengiring Pergelaran Wayang Kulit.</span></li>
<li><span style="color:#0000ff;">Sebagai Pengiring dalam Pementasan (Tari-tarian, Ketoprak dlsb).</span></li>
<li><span style="color:#0000ff;">Sebagai Pengiring Acara Ritual adat Jawa,</span></li>
<li><span style="color:#0000ff;">Sebagai Hiburan Lepas (Kerawitan) dlsb.</span></li>
</ul>
<h3>GENDING SEBAGAI PENGIRING WAYANG</h3>
<p>Sebagai ilustrasi, coba kita lihat skema berikut :</p>
<div id="attachment_478" class="wp-caption aligncenter" style="width: 478px"><a href="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2011/11/skema-gending-2.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-482" title="Skema Gending-2" src="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2011/11/skema-gending-2.jpg?w=468&#038;h=656" alt="" width="468" height="656" /></a><p class="wp-caption-text">Skema Gending Pengiring Wayang</p></div>
<h3><span style="color:#993300;"><strong><span id="more-477"></span>A. Gending Petalon</strong></span></h3>
<p style="text-align:justify;">Petalon berasal dari kata &#8220;<strong>TALU</strong>&#8221; (<span style="color:#993300;">Jawa</span>) yang berarti &#8220;<strong>Mulai</strong>&#8221; atau &#8220;<strong>Mengawali</strong>&#8220;, sehingga kata Gending Petalon berarti Gending Pembukaan atau gending-gending untuk mengawali sebuah Acara.</p>
<p style="text-align:justify;">Gending-gending pada bagian ini pada umumnya memuat makna sebagai <span style="color:#0000ff;">ungkapan do&#8217;a</span>. Misalnya saja :  <span style="color:#0000ff;">&#8220;Ladrang Slamet&#8221;</span> atau juga biasa disebut <span style="color:#0000ff;">&#8220;Ladrang Wilujeng&#8221;</span>. <strong>Slamet</strong> adalah bahasa <strong>Jawa ngoko</strong>, dan<strong> Wilujeng</strong> adalah bahasa <strong>Jawa Krama</strong> yang dalam bahasa Indonesianya berarti <span style="color:#0000ff;">&#8220;Selamat&#8221;</span>. Jadi di mainkannya Gending tersebut dengan harapan acara yang digelar saat itu dapat berlangsung Selamat, baik pada saat acara berlangsung maupun sesudahnya. Masih banyak lagi Gending untuk Petalon yang mempunyai maksud yang sama misalnya : <span style="color:#0000ff;">MUGI RAHAYU</span> (<span style="color:#993300;">Semoga Selamat</span>), <span style="color:#0000ff;">PUJI RAHAYU</span> (<span style="color:#993300;">Do&#8217;a Selamat</span>), <span style="color:#0000ff;">SRIWIDODO</span> (<span style="color:#993300;">Raja/Ratu Selamat</span>) dlsb.</p>
<div id="attachment_479" class="wp-caption aligncenter" style="width: 431px"><a href="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2011/11/ladrang-wilujeng1.jpg"><img class="wp-image-491 " title="Ladrang Wilujeng" src="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2011/11/ladrang-wilujeng1.jpg?w=421&#038;h=761" alt="" width="421" height="761" /></a><p class="wp-caption-text">Notasi Ladrang Wilujeng</p></div>
<h3><span style="color:#993300;">B. Gending pada Babak Pertama (I)</span></h3>
<h4><span style="color:#993300;">(1)</span> Jejer-I (Jejer Kawitan)</h4>
<p>Babak (Episode) Pertama Pementasan Wayang diawali dengan adegan yang dinamai <strong><span style="color:#993300;">&#8220;JEJER &#8211; I&#8221;</span></strong> atau biasa disebut sebagai <strong><span style="color:#0000ff;">&#8220;JEJER KAWITAN&#8221;</span>.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Untuk mengiringi adegan ini ada beberapa macam Gending yang disesuaikan dengan Raja/Kerajaan mana adegan tersebut. Misalnya untuk kerajaan <span style="color:#993300;">Hastina (Ngastina)</span> dipakai <span style="color:#0000ff;">Gending Kabor</span>. Kabor berasal dari kata Kabur (tidak jelas), yang maknanya adalah :  <em>bahwa apa yang nantinya menjadi topik pembicaraan dalam adegan ini biasanya tidak jelas atau kabur, tidak memiliki visi dan misi yang baik.</em> Sedangkan untuk Kerajaan <span style="color:#993300;">Amerta (Ngamarta)</span> atau <span style="color:#993300;">Pendawa</span> menggunakan <span style="color:#0000ff;">Gending Kawit</span> atau <span style="color:#0000ff;">Kawah</span>. Gending ini bermakna sebagai <span style="color:#0000ff;">Awa</span>l <span style="color:#0000ff;">(Kawit-an)</span> dari rencana <span style="color:#0000ff;">(Visi-Misi)</span>, sedangkan <span style="color:#0000ff;">Kawah</span> yang di maksud disini adalah <span style="color:#0000ff;">&#8220;tempat untuk menggodog&#8221;</span> sesuatu <span style="color:#0000ff;">(Visi-Misi)</span> yang pada umumnya adalah hal-hal yang berkaitan dengan <span style="color:#993300;">ketentraman</span> dan <span style="color:#993300;">kesejahteraan rakyat negerinya</span>. Dan masih banyak lagi Gending-gending dan maknanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika dalam adegan ini harus ada peperangan, maka perangnya disebut sebagai <strong><span style="color:#993300;">&#8220;Perang Rempak&#8221;</span></strong> yaitu <span style="color:#0000ff;">perang yang tidak berlanjut</span>, karena akan berlanjut nanti setelah melewati beberapa adegan lainnya.</p>
<h4><span style="color:#993300;">(2)</span> Gending untuk mengiringi datangnya Tamu.</h4>
<p style="text-align:justify;">Jika dalam adegan Awal (Jejer-I) ada tamu yang datang maka untuk mengiringi datangnya tamu juga ada gending-gending khusus sebagaimana skema di atas. Semuanya disesuaikan dengan karakter tamu yang akan datang sehingga suasana pergelaran menjadi terasa pas dan penuh filosofi.</p>
<h4><span style="color:#993300;">(3)</span> Jengkar Kedaton,<span style="color:#993300;"> (4)</span> Limbukan dan <span style="color:#993300;">(5)</span> Bodolan.</h4>
<p style="text-align:justify;">Gending-gending untuk mengiringi adegan-adengan ini secara garis besar sebagaimana skema diatas, namun sebenarnya sangat banyak ragam dan jenis gending-gending yang dapat digunakan, tergantung sifat dan karakter dari adegan serta pelaku dalam adegan tersebut.</p>
<h4><span style="color:#993300;">(6)</span> Jejer &#8211; II (Jejer Sabrangan <strong>atau</strong> Bondet)</h4>
<p><span style="color:#0000ff;">Jejer ke 2</span> ini disebut sebagai <span style="color:#0000ff;">Jejer Sabrangan</span> karena biasanya adegan yang tampil adalah Kerajaan Negeri Seberang.  <span style="color:#993300;">Seberang</span> yang dimaksud disini adalah <span style="color:#0000ff;">&#8220;seberang lautan&#8221;</span> atau tidak sedaratan dengan Kerajaan pada Jejer I yang konotasinya adalah berada <span style="color:#0000ff;">di Tanah Jawa</span>.</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi juga tidak sepenuhnya harus demikian, karena bisa saja pada cerita tertentu Jejer 2 ini adalah kerajaan atau pertapaan (non seberang), misalnya pertapaan Kendalisodo dll. Dan jika demikian halnya, maka Jejeran ini dinamakan<span style="color:#993300;"> &#8220;Jejer Bondet&#8221;</span>.</p>
<h3><span style="color:#993300;">(7)</span> Perang Gagal</h3>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Perang Gagal</span> adalah peperangan yang terjadi antara <span style="color:#993300;">Negeri pada Jejer-1</span> dan <span style="color:#993300;">Negeri Jejer-2</span>. Disebut Perang Gagal, karena dari peperangan ini Gagal membuahkan hasil, atau dengan kata lain : <span style="color:#0000ff;">Visi dan Misi nya Gagal</span> (belum tercapai).</p>
<p style="text-align:justify;">Gending yang digunakan untuk mengiringi adegan ini pada  umumnya adalah : <span style="color:#993300;"><em>Srempek 6 ,  Kemudo atau Palaran dll.,</em></span>  yang kemudian diteruskan ke <em><span style="color:#993300;">Sampak Pathet 6.</span></em></p>
<p>Gending-gending pada bagian ini prinsipnya menggunakan <span style="color:#993300;">Pijakan  Nada</span> / <span style="color:#993300;">Nada Dasar</span> atau yang biasa disebut<span style="color:#993300;"><span style="color:#000000;"> dengan nama</span> &#8220;Pathet&#8221;</span>, yaitu <span style="color:#0000ff;">Pathet Nem (6)</span>.</p>
<h3><span style="color:#993300;">C. Gending pada Babak &#8211; II</span></h3>
<h3><span style="color:#993300;">(3)</span> Goro-goro</h3>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Goro-goro</span>, &#8230;&#8230; adegan ini sebenarnya <span style="color:#0000ff;">bukan adegan baku</span> <span style="color:#993300;">(sesuai pakem)</span>, namun  merupakan <span style="color:#993300;">adegan tambahan</span> guna memberikan tempat untuk kepentingan <span style="color:#0000ff;">hiburan dan guyonan</span>. Kalau tidak salah, adegan ini merupakan rekaan <span style="color:#993300;">Ki Nartosabdo</span> <em>(Almarhum)</em>, dan pada adegan ini para Punokawan <em><span style="color:#0000ff;">(Semar, Gareng, Petruk dan Bagong)</span></em> bebas bercengkerama sambil menunggu Bendoro (tuan) mereka datang untuk mengajaknya pergi berkelana.</p>
<p style="text-align:justify;">Gending-gending yang digunakan diawali dengan<span style="color:#0000ff;"> srempek Banyumas-an</span> atau yang lain. Setelah itu baru <span style="color:#0000ff;">Gending-gending Dolanan</span> dan juga Gending-gending Jineman tergantung Dhalang dan juga permintaan dari para Penonton.</p>
<h3><span style="color:#993300;">(2)</span> Jejer &#8211; III (Jejer Pandito)</h3>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#0000ff;">Jejer ke 3</span></strong> ini disebut <span style="color:#993300;">Jejer Pandito</span>, karena pada umumnya adeganya adalah sebuah pertapaan (tempat tinggal sang Pandito), misalnya : <em>Begawan Abiyoso sedang dihadap oleh Raden Arjuna dlsb</em>. Untuk adegan ini biasanya menggunakan Gending Lara-Lara, sebuah gending yang sifatnya membuat pendengarnya <span style="color:#0000ff;">&#8220;Trenyuh&#8221;</span>.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;"><em>Kenapa demikian?</em></span> &#8230;&#8230;, &#8230;.. ya, &#8230;&#8230;. karena dalam adegan ini biasanya membahas sebuah solusi terhadap suatu keadaan yang susah, dan meyedihkan. <span style="color:#0000ff;">Sang Begawan bertindak sebagai sang Problem Solver</span> yang akan memberi arahan dan petunjuk kepada sang <span style="color:#0000ff;">kesatriya</span> (tamunya) bagaimana cara menemukan solusi bagi kesulitan yang sedang dihadapinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Masih serangkaian dengan adegan ini, yaitu ketika sang Kesatriya meninggalkan Pertapaan, maka Gending yang mengiringinya biasanya Gending <span style="color:#0000ff;">Ketawang Subokastowo</span> atau yang lainnya, yang kemudian diteruskan dengan <span style="color:#0000ff;">ayak-ayakan Slendro Pathet 9.</span></p>
<h3 style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;">(3)</span> Perang Kembang</h3>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#0000ff;">Perang Kembang</span></strong> adalah : perang yang keberadaanya hanya sebagai <span style="color:#0000ff;">selingan, sisipan</span> (<em><span style="color:#993300;">tambahan</span></em>). Disebut Perang Kembang dimaksudkan hanya sebagai <span style="color:#0000ff;">Kembang-an</span> (<span style="color:#993300;">Hiasan</span>) agar lebih menarik.</p>
<p style="text-align:justify;">Gending pengiring yang umum dipakai pada adegan ini adalah : <span style="color:#993300;"><em>berbagai jenis Srempek, Palaran dan Sampak pathet 9  atau Pelog Pathet Barang.</em></span></p>
<p style="text-align:right;"><em>Bersambung ke Bagian II &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pandjipainting.wordpress.com/477/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pandjipainting.wordpress.com/477/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pandjipainting.wordpress.com/477/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pandjipainting.wordpress.com/477/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pandjipainting.wordpress.com/477/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pandjipainting.wordpress.com/477/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pandjipainting.wordpress.com/477/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pandjipainting.wordpress.com/477/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pandjipainting.wordpress.com/477/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pandjipainting.wordpress.com/477/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pandjipainting.wordpress.com/477/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pandjipainting.wordpress.com/477/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pandjipainting.wordpress.com/477/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pandjipainting.wordpress.com/477/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pandjipainting.wordpress.com&amp;blog=6071918&amp;post=477&amp;subd=pandjipainting&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pandjipainting.wordpress.com/2011/12/03/mengenal-gending-jawa-bagian-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1ac04ad366d9d61f770073125483c3a4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Sudiyanto Pandji</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2011/11/skema-gending-2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Skema Gending-2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2011/11/ladrang-wilujeng1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Ladrang Wilujeng</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seniman &amp; Pelaku Seni</title>
		<link>http://pandjipainting.wordpress.com/2011/04/11/seniman-pelaku-seni/</link>
		<comments>http://pandjipainting.wordpress.com/2011/04/11/seniman-pelaku-seni/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Apr 2011 16:09:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sudiyanto Pandji</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Actress]]></category>
		<category><![CDATA[Aktris]]></category>
		<category><![CDATA[Artis]]></category>
		<category><![CDATA[Artist]]></category>
		<category><![CDATA[Bintang Film]]></category>
		<category><![CDATA[Pemeran]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Peran]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Rupa]]></category>
		<category><![CDATA[Seniman]]></category>
		<category><![CDATA[Sutradara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pandjipainting.wordpress.com/?p=349</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya, selama ini ada kegalauan didalam benak saya, &#8230;&#8230;&#8230;.. sudah layakkah saya menyebut diri sebagai seorang Pelukis? Apa lagi menyebut diri sebagai Seniman. Untuk itu, &#8230;&#8230; saya mencoba  mencari jawabannya, baik  melalui media internet maupun melakukan diskusi dengan rekan-rekan yang saya anggap lebih senior dan banyak tahu tentang hal tersebut. Pada suatu kesempatan, saat dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pandjipainting.wordpress.com&amp;blog=6071918&amp;post=349&amp;subd=pandjipainting&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3><a href="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2010/04/batas-11.jpg"><img title="batas-1" src="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2010/04/batas-11.jpg?w=468&#038;h=5" alt="" width="468" height="5" /></a></h3>
<p><a href="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2011/04/aktris-artis.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-363" title="AKTRIS-ARTIS" src="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2011/04/aktris-artis.jpg?w=300&#038;h=159" alt="" width="300" height="159" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya, selama ini ada kegalauan didalam benak saya, &#8230;&#8230;&#8230;.. sudah layakkah saya menyebut diri sebagai seorang Pelukis? Apa lagi menyebut diri sebagai Seniman. Untuk itu, &#8230;&#8230; saya mencoba  mencari jawabannya, baik  melalui media internet maupun melakukan diskusi dengan rekan-rekan yang saya anggap lebih senior dan banyak tahu tentang hal tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada suatu kesempatan, saat dalam perjalanan menuju <span style="color:#ff9900;">kawasan Gunung Kelut </span>dalam acara Tour dengan tema <span style="color:#0000ff;"><em>&#8220;Melukis Bareng&#8221;</em> </span>bersama <em>Komunitas Adhicipta Art</em> yang diprakarsai oleh <em>Bpk. H. Winarno </em>(Herona), kami berada dalam satu mobil dengan teman-teman diantaranya : <em>Mas Shakti Laksono, Bu Retno Nagayomi,  Pak Leman, mbak Novi</em> dan yang lainnya.<span id="more-349"></span><br />
Untuk mengatasi kejenuhan,  saya iseng-iseng membuka dialog dengan topik <span style="color:#ff9900;">&#8220;Apakah bedanya antara Seniman dan Pelaku Seni&#8221;</span>.  Ternyata topik tersebut mendapat sambutan yang antusias dari teman-teman terutama dari Pak Leman (Ir. Sulaiman, seorang Arsitek Senior sekaligus Pelukis Sketsa yang handal),  sehingga terjadilah dialog yang seru diselingi dengan berbagai argumen serta Jole-joke yang bikin suasana menjadi penuh humor.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah melalui diskusi yang panjang dan saya kaitkan dengan berbagai difinisi yang saya dapat dari berbagai sumber, maka menurut pemahaman saya :</p>
<ul>
<li style="text-align:justify;"><span style="color:#ff9900;"><strong>Seniman : </strong></span>adalah seseorang yang dengan imajinasinya, ia <span style="color:#0000ff;">menciptakan</span>*) dan melahirkan <span style="color:#0000ff;"><span style="color:#000000;">sebuah</span> karya seni</span>.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Dalam istilah yang populer, seniman juga dipanggil dengan sebutan  <span style="color:#0000ff;">Artis</span> <em>(yang dalam bahasa Inggris ditulis <span style="color:#0000ff;">Artist</span>)</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Catatan :</em> *) Kata<span style="color:#0000ff;"><em> &#8220;Menciptakan&#8221;</em></span> disini menjadi mutlak, karena penekannya adalah pada <span style="color:#0000ff;">aktifitas merangkai sesuatu, </span>baik dari<span style="color:#0000ff;"> yang sudah ada</span> maupun dari <span style="color:#0000ff;">yang belum pernah ada</span>, menjadi<span style="color:#0000ff;"> sesuatu yang baru </span>dan mempunyai nilai sebagai karya seni.</p>
<div style="text-align:center;">
<div id="attachment_352" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2011/04/alhambra-lion-palace-carving.jpg"><img class="size-medium wp-image-352" title="Alhambra-LION PALACE CARVING" src="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2011/04/alhambra-lion-palace-carving.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Ornamen istana Alhambra, sebuah karya Seni Arsitektur yang bernilai tinggi.</p></div>
</div>
<ul>
<li style="text-align:justify;"><span style="color:#ff9900;"><strong>Pelaku Seni :</strong></span> adalah seseorang yang pekerjaannya <span style="color:#0000ff;">melakukan kegiatan seni</span>**) atas sebuah kesenian yang telah diciptakan oleh seorang Seniman.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><em>Catatan :</em> **) Kata <em>&#8220;melakukan kegiatan seni&#8221;</em> yang dimaksudkan disini sebagai contoh adalah ;<span style="color:#0000ff;"> menari</span> dimana tarian yang diperagakan oleh sang penari adalah hasil kreasi seorang Koreografer <em>(bukan kreasi penari itu sendiri)</em>. Contoh lain adalah <span style="color:#0000ff;">Bintang Film</span>, dimana dalam memerankan sebuah peran,  mereka hanya menjalankannya sesuai dengan  skenario yang telah ditentukan oleh sang sutradara, jadi status mereka adalah sebagai <span style="color:#0000ff;">&#8220;Pemeran&#8221;</span> atau dalam istilah yang populer biasa dipanggil dengan sebutan <span style="color:#0000ff;">Aktris</span> <em>(yang dalam bahasa Inggris <span style="color:#000000;">ditulis</span><span style="color:#0000ff;"> Actress</span>). </em></p>
<p style="text-align:justify;">Dengan demikian, berarti <span style="color:#ff6600;">Artis itu tidak sama dengan Aktris,</span> karena <span style="color:#0000ff;">Artis adalah Seniman</span>, sementara itu <span style="color:#0000ff;">Aktris adalah Pemeran</span><em>.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Sedangkan menyangkut <span style="color:#ff9900;">bentuk karya seni</span>, dapat mencakup berbagai bidang diantaranya :</p>
<ul>
<li><span style="color:#0000ff;">Seni Rupa</span> (Lukisan, patung, instalasi dlsb.)</li>
<li><span style="color:#0000ff;">Seni Sastra </span>(Puisi, Prosa dlsb.)</li>
<li><span style="color:#0000ff;">Seni Arsitektur</span> (Bangunan, Taman dlsb.)</li>
<li><span style="color:#0000ff;">Seni Tari </span></li>
<li><span style="color:#0000ff;">Seni Musik</span> (Pop, Jazz, Kroncong, Gamelan, Dangdut dlsb.)</li>
<li><span style="color:#0000ff;">Seni Peran</span> (Sinetron, Film dlsb.)</li>
<li><span style="color:#0000ff;">Seni Panggung</span> (Wayang Orang, Drama, Teater dlsb.)</li>
<li><span style="color:#0000ff;">Seni Kriya</span> (Perhiasan Perak, Emas dlsb.)</li>
</ul>
<div id="attachment_353" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2011/04/the-last-supper-leonardo.jpg"><img class="size-medium wp-image-353" title="the-last-supper-leonardo" src="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2011/04/the-last-supper-leonardo.jpg?w=300&#038;h=150" alt="" width="300" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">THE LAST SUPPER, karya Leonardo da Vinci yg gagal akibat penggunaan material yg tidak tepat</p></div>
<p style="text-align:justify;">Memang banyak sekali perbedaan pendapat yang sering muncul diantara para pakar seni, tetapi sebagai orang yang tidak pernah mengeyam pendidikan formal dibidang Seni, barangkali sebatas itulah kesimpulan yang dapat saya pahami.</p>
<p>Lalu <span style="color:#0000ff;">bagaimanakah menurut pendapat anda? </span></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2010/04/batas-11.jpg"><img title="batas-1" src="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2010/04/batas-11.jpg?w=468&#038;h=5" alt="" width="468" height="5" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pandjipainting.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pandjipainting.wordpress.com/349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pandjipainting.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pandjipainting.wordpress.com/349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pandjipainting.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pandjipainting.wordpress.com/349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pandjipainting.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pandjipainting.wordpress.com/349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pandjipainting.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pandjipainting.wordpress.com/349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pandjipainting.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pandjipainting.wordpress.com/349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pandjipainting.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pandjipainting.wordpress.com/349/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pandjipainting.wordpress.com&amp;blog=6071918&amp;post=349&amp;subd=pandjipainting&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pandjipainting.wordpress.com/2011/04/11/seniman-pelaku-seni/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1ac04ad366d9d61f770073125483c3a4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Sudiyanto Pandji</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2010/04/batas-11.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">batas-1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2011/04/aktris-artis.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">AKTRIS-ARTIS</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2011/04/alhambra-lion-palace-carving.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Alhambra-LION PALACE CARVING</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2011/04/the-last-supper-leonardo.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">the-last-supper-leonardo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2010/04/batas-11.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">batas-1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Raden Saleh Sjarief Bustaman</title>
		<link>http://pandjipainting.wordpress.com/2011/02/19/raden-saleh-sjarief-bustaman/</link>
		<comments>http://pandjipainting.wordpress.com/2011/02/19/raden-saleh-sjarief-bustaman/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Feb 2011 14:02:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sudiyanto Pandji</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pelukis]]></category>
		<category><![CDATA[Antara Hidup dan Mati]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir di Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Berburu]]></category>
		<category><![CDATA[Pelopor Seni Lukis Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pelukis Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Penangkapan Pangeran Diponegoro]]></category>
		<category><![CDATA[Perintis Seni Lukis Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Potret Ny. v. Alphen]]></category>
		<category><![CDATA[Potret v.d. Bosch]]></category>
		<category><![CDATA[Raden Saleh]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh Romantikisme Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh Seni Lukis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pandjipainting.wordpress.com/?p=319</guid>
		<description><![CDATA[Riwayat Hidup Singkat. Nama : RADEN SALEH SJARIEF BUSTAMAN Tempat/Tahun Lahir : Terbaya, 1807 Tempat/Meninggal : Bogor, 23 April 1880 Nama Ayah : Sayid Husen bin Alwi bin Awal Nama Ibu : Raden Ayu Sarif Husen Bin Alwi Bin Awal Riwayat sebagai Pelukis : Pada tahun 1817 dan 1829 mendapat pendidikan dasar melukis dari A.A.J. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pandjipainting.wordpress.com&amp;blog=6071918&amp;post=319&amp;subd=pandjipainting&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3><span style="color:#ff9900;"><a href="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2010/04/batas-11.jpg"><img title="batas-1" src="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2010/04/batas-11.jpg?w=468&#038;h=5" alt="" width="468" height="5" /></a></span></h3>
<h3><span style="color:#ff9900;"><a href="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2009/01/daun.jpg"><img title="daun" src="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2009/01/daun.jpg?w=25&#038;h=25" alt="" width="25" height="25" /></a> <span style="color:#ff6600;">Riwayat Hidup Singkat.</span></span></h3>
<p><span style="color:#0000ff;"><em>Nama</em> : </span> <strong>RADEN SALEH SJARIEF BUSTAMAN<a href="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2011/02/raden-saleh2.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-322" title="Raden Saleh2" src="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2011/02/raden-saleh2.jpg?w=248&#038;h=300" alt="" width="248" height="300" /></a></strong></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><em>Tempat/Tahun Lahir</em> :</span> Terbaya, 1807</p>
<p><span style="color:#0000ff;"><em>Tempat/Meninggal </em> :</span> Bogor, 23 April 1880</p>
<p><span style="color:#0000ff;"><em>Nama Ayah </em> :</span> Sayid Husen bin Alwi bin Awal</p>
<p><span style="color:#0000ff;"><em>Nama Ibu </em> : </span> Raden Ayu Sarif Husen Bin Alwi Bin Awal</p>
<p><span style="color:#0000ff;"><em>Riwayat sebagai Pelukis</em> :</span></p>
<ol>
<li style="text-align:justify;">Pada tahun 1817 dan 1829 mendapat <span style="color:#993300;">pendidikan dasar melukis dari A.A.J. Payen</span> seorang pelukis dari Belgia, saat Raden Saleh dipersiapkan oleh Pemerintah Hindia Belanda untuk menjadi calon pegawai pada &#8220;Badan Penyelidikan Ilmu Pengetahuan dan Kesenian&#8221;  yang dikepalai oleh Prof.C.G.C. Reinwardt di Bogor.<span id="more-319"></span></li>
<li style="text-align:justify;">Pada tahun 1829, <span style="color:#ff9900;"><span style="color:#000000;">Raden Saleh mendapatkan kesempatan</span> <span style="color:#993300;">untuk mengiringi</span><span style="color:#000000;"> Inspektur Kesenian Belanda</span></span> yang bernama de Linge dalam perjalananya ke Nederland.</li>
<li style="text-align:justify;">Di Negeri Belanda, <span style="color:#ff9900;"><span style="color:#000000;">Raden Saleh</span> <span style="color:#993300;">belajar melukis</span> <span style="color:#000000;">pada pelukis-pelukis Belanda yaitu</span> <span style="color:#993300;">Cornelius Krusemen</span> <span style="color:#000000;">dan</span> <span style="color:#993300;">Andreas Schelfhout</span></span>, atas anjuran yang diberikan oleh A.A.J. Payen.</li>
<li style="text-align:justify;">Pada tahun 1839, Raden Saleh meninggalkan Negeri Belanda untuk <span style="color:#993300;">pergi ke Jerman, bermula ke Berlin, Dresden dan kemudian ke Coburg</span>. Pada saat itulah Raden Saleh mendapatkan kesempatan untuk melukis para Raja dan Bangsawan serta melukis kuda-kuda piaraan para orang-orang berkuasa itu.</li>
<li style="text-align:justify;">Pada tahun 1845, ia <span style="color:#ff9900;"><span style="color:#000000;">mengunjungi</span> <span style="color:#993300;">bekas gurunya Payen</span> <span style="color:#000000;">di Doornik, Belanda, dan kemudian</span> <span style="color:#993300;">dilanjutkan ke Paris</span></span>,  dan disana ia berkenalan dengan seorang pelukis yang bernama <span style="color:#993300;">Horace Vernet</span> serta pelukis-pelukis kenamaan yang lain.</li>
<li style="text-align:justify;">Bersama Vernet ia pernah <span style="color:#993300;">mengunjungi negeri jajahan Perancis</span> yaitu Aljazair.</li>
<li style="text-align:justify;">Di Eropa, Raden Saleh <span style="color:#993300;">terkenal sebagai Pelukis kehidupan Hewan</span>.</li>
<li style="text-align:justify;">Tahun 1851 <span style="color:#ff9900;"><span style="color:#000000;">Raden Saleh</span> <span style="color:#993300;">kembali ke Indonesia</span></span> dan kemudian banyak melukis potret orang-orang berada dan berpangkat, dan kemudian ia <span style="color:#ff9900;"><span style="color:#993300;">membangun Rumah mewah</span> <span style="color:#000000;">di pinggir Kali Ciliwung</span></span>, yang kini menjadi <em>&#8220;Rumah Sakit Cikini&#8221;</em>. Di pusat kesenian Jakarta yang sekarang, <em>yaitu&#8221; Taman Ismail Marzuki&#8221;</em>,  pernah ditempatkan &#8220;Kebun Binatang&#8221;.</li>
<li style="text-align:justify;">Raden Saleh <span style="color:#ff9900;"><span style="color:#000000;">kawin dengan </span><span style="color:#993300;">seorang wanita Belanda Indo</span></span> yang kaya raya bernama <span style="color:#993300;">Nn. Winkelman,</span> namun akhirnya bercerai  dan kemudian<span style="color:#ff9900;"><span style="color:#000000;"> kawin lagi dengan</span> <span style="color:#993300;">Raden Ayu Danuredjo</span></span>.</li>
<li style="text-align:justify;">Raden Saleh sempat<span style="color:#ff9900;"><span style="color:#993300;"> kembali ke Eropa</span> <span style="color:#000000;">pada tahun 1875 dan 1879</span></span>, dan sekembalinya dari Eropa ia tinggal di Bogor sampai akhir hayatnya yaitu 23 April 1880.</li>
<li style="text-align:justify;">Lukisan-lukisan Raden Saleh yang terkenal diantaranya : <a title="Antara Hidup dan Mati" href="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2011/02/antara-hidup-mati2.jpg" target="_blank">Antara Hidup &amp; Mati</a>, <a href="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2011/02/penangkapandiponegoro.jpg" target="_blank">Penangkapan Pangeran Diponegoro</a>, <a href="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2011/02/banjir-di-jawa.jpg" target="_blank">Banjir di Jawa</a> <em>(yang diilhami lukisan &#8220;Rakit Medusa&#8221; karya Girodet)</em>, <a href="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2011/02/berburu1.jpg" target="_blank">Berburu</a>, Hutan Terbakar, dan beberapa Potret Penguasa Belanda seperti <a title="Van Den Bosch" href="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2011/02/van-den-bosch.jpg">John. Van den Bosch</a>, <a title="Ny. v. Alphen" href="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2011/02/ny-v-alphen-1854.jpg">Ny.v. Alphen-1854</a>, dll.</li>
</ol>
<p>Lihat juga : <a href="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2011/07/silisilah_rsaleh.jpg"> &#8220;<strong>SILISILAH RADEN SALEH</strong>&#8220;</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pandjipainting.wordpress.com/319/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pandjipainting.wordpress.com/319/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pandjipainting.wordpress.com/319/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pandjipainting.wordpress.com/319/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pandjipainting.wordpress.com/319/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pandjipainting.wordpress.com/319/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pandjipainting.wordpress.com/319/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pandjipainting.wordpress.com/319/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pandjipainting.wordpress.com/319/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pandjipainting.wordpress.com/319/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pandjipainting.wordpress.com/319/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pandjipainting.wordpress.com/319/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pandjipainting.wordpress.com/319/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pandjipainting.wordpress.com/319/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pandjipainting.wordpress.com&amp;blog=6071918&amp;post=319&amp;subd=pandjipainting&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pandjipainting.wordpress.com/2011/02/19/raden-saleh-sjarief-bustaman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1ac04ad366d9d61f770073125483c3a4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Sudiyanto Pandji</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2010/04/batas-11.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">batas-1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2009/01/daun.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">daun</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2011/02/raden-saleh2.jpg?w=248" medium="image">
			<media:title type="html">Raden Saleh2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>NEOKLASIK versus ROMANTIK</title>
		<link>http://pandjipainting.wordpress.com/2010/04/23/neoklasik-versus-romantik/</link>
		<comments>http://pandjipainting.wordpress.com/2010/04/23/neoklasik-versus-romantik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Apr 2010 11:47:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sudiyanto Pandji</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni Lukis]]></category>
		<category><![CDATA[Jacques Louis David]]></category>
		<category><![CDATA[Kematian Marat]]></category>
		<category><![CDATA[Neoklasikisme]]></category>
		<category><![CDATA[Puncak Kasmaran]]></category>
		<category><![CDATA[Rakit Medusa]]></category>
		<category><![CDATA[Romantikisme]]></category>
		<category><![CDATA[S.Pandji]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Senirupa]]></category>
		<category><![CDATA[Senirupa Modern]]></category>
		<category><![CDATA[Sumpah Horatii]]></category>
		<category><![CDATA[Theodore Gericault]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pandjipainting.wordpress.com/?p=143</guid>
		<description><![CDATA[Setelah melewati masa yang cukup panjang pada zaman Renesans dibawah dominasi Gereja yang berpusat di Roma, dan disusul dengan zaman Rokoko dibawah kekuasaan para Raja dan para Bangsawan, maka kehidupan Senirupa dunia telah memulai babak baru yang  ditandai dengan lahirnya mazhab NEOKLASIKISME yang dipelopori oleh Jacquis Louis David (1748 &#8211; 1825) dan mazhab ROMANTIKISME yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pandjipainting.wordpress.com&amp;blog=6071918&amp;post=143&amp;subd=pandjipainting&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2010/04/batas-11.jpg"><img title="batas-1" src="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2010/04/batas-11.jpg?w=468&#038;h=5" alt="" width="468" height="5" /></a><a href="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2010/04/batas-11.jpg"><br />
</a></p>
<div id="attachment_156" class="wp-caption aligncenter" style="width: 413px"><a href="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2010/04/sumpah_horatii_31.jpg"><img class="size-medium wp-image-156" title="SUMPAH_HORATII_3" src="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2010/04/sumpah_horatii_31.jpg?w=403&#038;h=317" alt="Sumpah Keluarga Horatius" width="403" height="317" /></a><p class="wp-caption-text">Jacques Louis David, SUMPAH HORATII (1784)</p></div>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2010/03/daun.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-203" title="daun" src="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2010/03/daun.jpg?w=28&#038;h=28" alt="" width="28" height="28" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Setelah melewati masa yang cukup panjang pada <span style="color:#cc6600;"><strong>zaman Renesans</strong></span> dibawah dominasi Gereja yang berpusat di Roma, dan disusul dengan <span style="color:#cc6600;"><strong>zaman Rokoko</strong></span> dibawah kekuasaan para Raja dan para Bangsawan, maka kehidupan Senirupa dunia telah memulai babak baru yang  ditandai dengan lahirnya mazhab <span style="color:#000000;"><strong>NEOKLASIKISME</strong></span> yang dipelopori oleh <em>Jacquis Louis David (1748 &#8211; 1825)</em> dan mazhab <span style="color:#000000;"><strong>ROMANTIKISME</strong></span> yang dipelopori oleh <em>Theodore Gericault (1791 &#8211; 1824 )</em> yang kemudian di sebut sebagai zaman <span style="color:#cc6600;"><strong>&#8220;Senirupa Modern&#8221;</strong></span>.</p>
<p style="text-align:justify;">Kedua aliran ini lahir dan berkembang bersamaan dengan berakhirnya masa feodalisme di Perancis yang  kemudian disusul dengan pecahnya <em>&#8220;Revolusi Perancis&#8221;</em> pada tahun 1789.<span id="more-143"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Menurut <strong>Prof. Soedarso Sp. MA</strong> dalam tulisanya tentang<em> <span style="color:#cc6600;"><strong>&#8220;Sejarah Perkembangan Senirupa Modern&#8221;</strong></span></em>, bahwa  Revolusi Perancis menjadi tonggak diawalinya babak baru yang mana para seniman mulai berani membuat karya-karya yang keluar dari tradisi yang ada.  Runtuhnya kekuasaan Raja atas para Seniman, memberi keleluasaan bagi mereka untuk menemukan hal-hal baru sesuai dengan apa yang ingin mereka ekspresikan  melalui karya-karya mereka.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong>NEOKLASIKISME</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">David adalah seorang tokoh seniman lulusan<em> &#8220;Akademi Seni Lukis dan Seni Patung Kerajaan&#8221;</em> yang pada masa sebelumnya tekun mengikuti kaidah-kaidah akademis pada lukisannya, tiba-tiba melukis hal baru yang berjudul<strong> &#8220;SUMPAH HORATII&#8221;</strong> yang dengan segera menjadi populer .  Diambil dari novel &#8220;HORATIUS&#8221; karangan Cornaille yang menceritakan adanya dua kelompok keluarga yang berhubungan sangat erat karena tali perkawinan, namun  karena  keharusan peperangan, maka mereka terpaksa berpisah.</p>
<p style="text-align:justify;">Lukisan ini menggambarkan sumpah keluarga Horatius dimana sang Bapak berdiri di tengah ruangan sedang mengangkat sumpah 3 orang anaknya yang bergerombol disebelah kiri. Sementara di sebelah kanan, para wanita anggota keluarga dan anak-anak sedang menangis sedih (lihat gambar-1). Jika dilihat secara sepintas, lukisan ini tidak banyak berbeda dengan lukisan-lukisan David sebelumnya, tetapi konsep kreatifnya yang jauh berbeda.   Jika pada karya-karya sebelumnya David sekedar mengikuti tradisi yang ada dengan melukis hal-hal yang sensual, indah yang menjadi kegemaran para raja dan para bangsawan, maka kali ini ia keluar dari tradisi tersebut dan menggarap sebuah tema yang berat, tidak lazim  dan mempunyai tujuan tertentu. Jika pada karya sebelumnya dapat dilihat garis-garis yang lembut, komposisi yang manis serta obyek yang menarik, maka pada Sumpah Horatii ini begitu berbeda, dimana obyeknya begitu dramatis, berat dan tidak menggairahkan, tokoh-tokohnya tidak lembut dan cantik, sementara pencahayaannya begitu tetrikal dan  matematis yang kaku. Sedangkab latar belakang arsitekturnya bergaya doria yang dingin dan sederhana, garis-garisnya lurus, benar-benar sesuai dengan kedinginan suasana dalam seluruh lukisan tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang jelas perbedaanya ialah : pada karya-karya sebelumnya tujuannya semata-mata hanya untuk kenikmatan, tetapi yang ini mempunyai tujuan untuk mendidik, menggugah spirit dan bersifat moralistik. Begitu juga lukisan-lukisan David yang berikutnya seperti : <em>&#8220;Kematian Sokrates&#8221;, &#8220;Kematian Marat&#8221;</em>, dan <em>&#8220;Para Liktor membawa pulang mayat anak-anak Brutus kepada Ayahnya&#8221;</em> benar-benar bercorak klasik dan moralistik. Apalagi setelah David melakukan perjalanan ke Italia dan sempat melihat hasil penggalian reruntuhan kota Pompeii yang menyimpan semua hasil kebudayaan fisik bangsa Romawi mulai dari pisau dapur hingga Tata Kota, sejak saat itu pengetahuan David tentang Seni Klasik menjadi lebih luas, dan bersamaan dengan itu pula kebudyaan dan seni klasik mulai populer kembali ( setelah kepopuleran sebelumnya pada  zaman Renesans). Puncak keklasikan David diwujudkan  dalam karyanya yang berjudul<em> &#8220;PEPERANGAN ANTARA ROMA DAN SABINA&#8221;</em> (1799), yang ia kerjakan dengan sangat tekun. Namun demikian, sebenarnya pada karyanya <em>&#8220;KEMATIAN MARAT&#8221;</em> (1793) lah keklasikan David lebih berhasil dicapai.</p>
<div class="mceTemp" style="text-align:justify;">
<dl class="wp-caption alignright">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://pandjipainting.wordpress.com/2010/04/23/neoklasik-versus-romantik/marat_1david/" rel="attachment wp-att-157"><img class="size-medium wp-image-157" title="Marat_1David" src="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2010/04/marat_1david.jpg?w=237&#038;h=300" alt="&quot;Kematian Marat&quot;" width="237" height="300" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">J. L. David, &#8220;KEMATIAN MARAT&#8221; (1793)</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align:justify;">Keseriusan David dalam menggarap tema-tema klasik yang rasional dan obyektif mebuat dirinya dianggap sebagai pelopor mazhab baru ini yang kemudian disebut <strong>NEOKLASIKISME</strong>. Kejayaan David sempat mengalami pasang surut dimana keterlibatannya dibidang politik mengharuskan dirinya masuk tahanan dan kemudian dikeluarkan. Dan dengan munculnya Napoleon pada puncak pemerintahan Perancis, mengakibatkan dirinya naik ke puncak lagi menjadi <span style="color:#ff6600;"><strong>&#8220;PREMIER PEINTER DE I&#8217;EMPEREUR&#8221;</strong></span> dengan karyanya  al.<strong> &#8220;LE SACRE&#8221;</strong> yaitu Penobatan Napoleon tahun 1805 yang berukuran 518 cm x 929 cm. Kejatuhan Napoleon juga berdampak pada diri David yang juga  diasingkan ke Belgia sampai akhir hayatnya, setelah selama 32 tahun menguasai kehidupan seni di Perancis. Sepeninggal David, mazhab Neoklasik diteruskan oleh para penganutnya antara lain JEAN AUGUST DOMINIQUE INGRES (1780-1867).</p>
<p style="text-align:justify;">Mazhab David yang pada dasarnya menyatakan bahwa pelita seni itu adalah terangnya Ratio, tidak selamanya benar, karena pada akhirnya disadari bahwa tidak semua persoalan itu bisa diterangi dengan rasio, tetapi perlu melibatkan hati nurani serta perasaan. Tokoh Perancis yang bernama Jean Jacques Rousseau yang kemudian mengajak kembali ke alam, manusia tidak boleh hanya mengandalkan emosi dan pikiran saja, tetapi harus juga dengan hati nurani dan perasaan. Pribadi-pribadi inilah yang kemudian muncul dan melahirkan mazhab Romantikisme.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong>ROMANTIKISME</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">Jika Neoklasik bersandarkan pada rasio/akal-pikir, maka Romantikisme justru sebaliknya, ia bersandar pada hati dan perasaan sehingga kedua aliran ini seolah-olah bertentangan atau berlawanan. Namun demikian sebenarnya pergolakan ini sudah mulai mengusik batin seorang bekas  murid David yang bernama Gros, dimana ia mempunyai pemikiran untuk membebaskan diri dari pengaruh David. Walaupun lukisan-lukisannya senada dengan pendahulunya itu, namun unsur-unsur romantiknya sudah mulai nampak pada karyanya yang berjudul &#8220;KOLONEL SARLOVERE&#8221; (1812), yang mana posenya cukup manis, latar belakangnya dramatis dan sapuan kuasnya yang luwes, yang demikian itulah ciri-ciri gaya romantik. Lukisan Gros yang lain yang lebih romantik al. adalah ; lukisan yang menggambarkan kunjungan Napoleon ke sebuah rumah sakit kusta, dimana disitu digambarkan bahwa Napoleon seolah olah seperti Jesus yang sedang menyentuh para penderita, sementara latar belakang lukisan dibuat sedemikian detail sehingga tampak gambaran yang begitu romantis.</p>
<p style="text-align:justify;">Walaupun romantisme sudah menggejala pada karya-karya Gros, namun pandji-pandji Romantikisme baru ditancapkan  pertama kali oleh seorang murid dan sekaligus penganut David yang bernama<strong> THEODORE GERICAULT</strong> dengan karyanya <strong>&#8220;RAKIT MEDUSA&#8221;</strong> (1818).</p>
<p style="text-align:justify;">Saat itu, Gericault baru saja kembali dari Roma,  masyarakat Perancis sedang ramai membicarakan skandal yang berhubungan dengan tenggelamnya Kapal transport<strong> &#8220;Medusa&#8221;</strong> (1816) yang tenggelam di dekat pantai barat Afrika dan ditinggalkan begitu saja oleh para petugas menggunakan sekoci.  Sedangkan para penumpang yang berjumlah lebih dari seratus orang menyelamatkan diri dengan sebuah rakit, yang kemudian diketahui hanya tinggal 15 orang yang selamat dan yang lainnya telah meninggal. Suasana inilah yang ingin digambarkan oleh Gericault dalam karyanya. Karena ia ingin mengabadikan peristiwa tersebut dengan tepat maka untuk menggali bahan yang dibutuhkan ia perlu meminta bantuan pada seorang korban yang masih hidup, dan untuk merekonstruksi kondisi/suasana tragis itu ia meminjam mayat dari rumah sakit untuk ditempatkan di atas rakit sebagai model.</p>
<div class="mceTemp" style="text-align:justify;">
<dl class="wp-caption alignright">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2010/04/raft_of_the_medusa.jpg?w=300"><img class="size-medium wp-image-158  " title="raft_of_the_medusa" src="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2010/04/raft_of_the_medusa.jpg?w=300&#038;h=202" alt="Rakit Medusa" width="300" height="202" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Theodore Gericault, RAKIT MEDUSA (1818)</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align:justify;">Setelah pada tahun 1819 dipublikasikan, lukisan tersebut membuat sensasi yang luar biasa. Walaupun lukisan tersebut sangat indah, namun yang menimbulkan sensasi bukan karena keindahannya, tetapi karena aktualitasnya. Hal ini jelas sekali bahwa, lukisan tersebut dibuat berdasarkan getaran perasaan  haru dan  sedih yang luar biasa yang oleh sang seniman ingin dibagi kepada masayarakat bahwa sesungguhnya banyak persoalan yang mesti mendapatkan perhatian, yang mana persoalan-persoalan tersebut tidak hanya menyangkut kemewahan dan keindahan yang ada di dalam kerajaan dan lingkungan para bangsawan saja, tetapi lebih jauh adalah masalah ketidak adilan bagi masyarakat kebanyakan. Maka jika kita cermati, yang nampak dalam lukisan ini adalah sebuah kondisi yang tragis dimana mayat-mayat telanjang berserakan di latar depan, sementara terlihat beberapa orang melambaikan tangan untuk memberi isyarat permintaan pertolongan, sedangkan pada latar belakang nampak langit yang berawan kelam sehingga benar-benar melukiskan suasana yang sangat dramatis. Sama sekali tidak ada unsur-unsur keindahan dan kenikmatan hidup yang ingin disuguhkan oleh sang pelukis. Bahkan sebagian masyarakat mengkritisi bahwa lukisan ini dinilai terlalu vulgar dan sensasional, namun masyarakat yang lain tidak terpengaruh oleh penilaian tersebut. Bahkan sensasi lukisan ini sempat membawa berkah bagi Gerticault saat dipamerkan di Inggris, yang mana dari tiket masuk saja ia dapat meraup banyak uang.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>PEMAHAMAN YANG BERBEDA</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dari uraian tersebut diatas, kita bisa menarik kesimpulan  bahwa pada dasarnya ; <strong>Neoklasikisme</strong> adalah: <em>visualisasi kembali corak-corak klasik</em>,  sedangkan <strong>Romantikisme</strong> adalah : <em>pengungkapan yang sama sekali  tidak ada urusannya dengan corak</em>, sebab bagi Romantikisme, kepentinganya hanya sikap batin lah yang melandasi lahirnya sebuah karya, yang oleh sebab itu aplikasinya dapat diproyeksikan pada segala macam gaya, termasuk kedalam corak klasik itu sendiri.  Kendatipun  demikian, memang ada perbedaan konsep yang melandasi masing-masing aliran, dimana <strong><em>Neoklasik dilandasi oleh Ratio</em></strong>, sementara <strong><em>Romantikisme dilandasi oleh hati</em></strong>. Dan setidaknya perbedaan paham itu memang pernah ada walaupun para ahli ingin meniadakanya.</p>
<div class="mceTemp" style="text-align:justify;">
<dl class="wp-caption alignleft">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2010/04/puncak_kasmaran.jpg"><img class="size-medium wp-image-160" title="puncak_kasmaran" src="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2010/04/puncak_kasmaran.jpg?w=300&#038;h=276" alt="puncak_kasmaran" width="300" height="276" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">S.Pandji, &#8220;PUNCAK KASMARAN&#8221; (2005)</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align:justify;">Jika demikian, bagaimanakah  jika lukisan saya  yang berjudul <em><strong>&#8220;Bedhoyo Ketawang&#8221;</strong></em> , <em><strong>&#8220;Bimo Suci&#8221;</strong></em> atau <em><strong>&#8220;Puncak Kasmaran&#8221;</strong></em> saya sebut sebagai gaya &#8220;<strong>Romantik Klasik&#8221; ?</strong> Karena menurut saya lukisan-lukisan tersebut memenuhi 2 (dua) hal yaitu &#8220;Klasik&#8221; pada unsur atau corak yang divisualisasikan, sementara itu &#8220;Romantik&#8221; berada pada gubahan obyek yang penuh imajinasi maupun dramatisasi pada obyek itu sendiri. Alasan  lain yang  adalah bahwa konsep kreatif lahirnya karya-karya tersebut berdasar pada intelektualitas (rasio) maupun kata hati (perasaan). Jadi, hasil akhirnya adalah ;  gabungan antara hal-hal yang rasional dengan yang irasional, yang matematis dengan yang non matematis, yang realis dengan yang imajiner  dan seterusnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga tulisan ini bermanfaat khususnya bagi para kaum muda yang sedang terlibat/melibatkan diri pada dunia Senirupa.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2009/01/titik.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-192" title="titik" src="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2009/01/titik.jpg?w=468" alt=""   /></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2010/04/batas-11.jpg"><img title="batas-1" src="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2010/04/batas-11.jpg?w=468&#038;h=5" alt="" width="468" height="5" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pandjipainting.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pandjipainting.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pandjipainting.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pandjipainting.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pandjipainting.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pandjipainting.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pandjipainting.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pandjipainting.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pandjipainting.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pandjipainting.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pandjipainting.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pandjipainting.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pandjipainting.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pandjipainting.wordpress.com/143/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pandjipainting.wordpress.com&amp;blog=6071918&amp;post=143&amp;subd=pandjipainting&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pandjipainting.wordpress.com/2010/04/23/neoklasik-versus-romantik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1ac04ad366d9d61f770073125483c3a4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Sudiyanto Pandji</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2010/04/batas-11.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">batas-1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2010/04/sumpah_horatii_31.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">SUMPAH_HORATII_3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2010/03/daun.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">daun</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2010/04/marat_1david.jpg?w=237" medium="image">
			<media:title type="html">Marat_1David</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2010/04/raft_of_the_medusa.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">raft_of_the_medusa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2010/04/puncak_kasmaran.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">puncak_kasmaran</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2009/01/titik.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">titik</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2010/04/batas-11.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">batas-1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SPIRIT HITAM PUTIH</title>
		<link>http://pandjipainting.wordpress.com/2010/03/31/spirit-hitam-putih/</link>
		<comments>http://pandjipainting.wordpress.com/2010/03/31/spirit-hitam-putih/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Mar 2010 17:39:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sudiyanto Pandji</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni Lukis]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Drawing]]></category>
		<category><![CDATA[Hitam-Putih]]></category>
		<category><![CDATA[Lukisan Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Pameran Lukisan]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Mojopahit]]></category>
		<category><![CDATA[Topeng]]></category>
		<category><![CDATA[Ukiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pandjipainting.wordpress.com/?p=114</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa bulan lalu, komunitas ADHICIPTA ARTS menyelenggarakan Pameran bersama di SOZO GALLERY Jl. Simpang Darmo Permai Timur  Surabaya dengan  tajuk :  &#8220;SPIRIT HITAM-PUTIH. Tulisan ini memang terkesan terlambat dipublikasikan, tetapi mengingat bahwa ;  dibalik acara pameran ini terkandung banyak hal yang berbeda dan tersirat wacana yang multi makna, maka sayang sekali jika tidak ada seorangpun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pandjipainting.wordpress.com&amp;blog=6071918&amp;post=114&amp;subd=pandjipainting&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2010/04/batas-11.jpg"><img title="batas-1" src="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2010/04/batas-11.jpg?w=468&#038;h=5" alt="" width="468" height="5" /></a></p>
<p><a href="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2010/03/daun.jpg"><img title="daun" src="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2010/03/daun.jpg?w=28&#038;h=28" alt="" width="28" height="28" /></a><a href="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2009/01/up-to-you1b2.jpg"><img class="size-medium wp-image-134 alignright" title="Up to you1B" src="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2009/01/up-to-you1b2-e1310099069725.jpg?w=300&#038;h=225" alt="TONGGAK SEJARAH" width="300" height="225" /></a>Beberapa bulan lalu, <strong>komunitas <span style="color:#0000ff;">ADHICIPTA ARTS</span></strong> menyelenggarakan Pameran bersama <span style="color:#0000ff;"><strong>di SOZO GALLERY</strong></span> Jl. Simpang Darmo Permai Timur  Surabaya dengan  tajuk : <strong> &#8220;SPIRIT HITAM-PUTIH.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tulisan ini memang terkesan terlambat dipublikasikan, tetapi mengingat bahwa ;  <span style="color:#0000ff;"><em>dibalik acara pameran ini terkandung banyak hal yang berbeda</em> dan <em>tersirat wacana yang multi makna</em>,</span> maka sayang sekali jika tidak ada seorangpun yang secara jujur memberikan kesan-kesannya.  Soal bobot karya, rasanya bukan porsi saya untuk memberikan penilaian, karena disamping   bukan ahlinya, saya juga  sebagai seorang peserta sehingga kurang etis jika memberikan penilaian tentang hal tersebut, biarlah&#8230;&#8230; mereka yang berkopenten yang memberikan apresiasi.<span id="more-114"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Saat itu, di Gallery milik <span style="color:#0000ff;">Cak ASRI NUGROHO (Cak Nug)</span> tersebut di gelar lebih-kurang sebanyak  40 buah lukisan, karya dari 20 orang pelukis yang masing-masing  tampil dengan corak dan gayanya  sendiri-sendiri. Pameran ini berawal dari gagasan yang dilontarkan oleh Cak Nug, yang kemudian disambut hangat oleh Mas Sakti Laksono <em>(Q. Sakti = Ketua Komunitas Adhicipta Arts)</em>, serta mendapat tanggapan yang antusias dari  rekan-rekan anggota Komunitas. Bahkan hampir seluruh anggota komunitas menyatakan ingin ikut serta dalam pameran tersebut, namun karena terbatasnya ruang pamer, maka pesertapun dibatasi hanya bisa diikuti oleh 20 orang dengan masing-masing mengikutsertakan 2 buah karya.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong>YANG BEDA DALAM PAMERAN INI.</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">Ada beberapa hal tak biasa yang menarik dicatat dari penyelenggaraan pameran ini, diantaranya sbb :</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Sesuai dengan judulnya, maka karya yang diikut sertakan dalam pameran ini harus berupa lukisan <strong>&#8220;HITAM-PUTIH&#8221; </strong> atau bahkan cenderung ke arah <strong>DRAWING STYLE</strong>. Batasan ini mengakibatkan beberapa rekan ragu untuk segera memulai berkreasi, sehingga perlu diberikan dorongan.</li>
<li>Tema dan Obyek karya boleh berbentuk apa saja, asalkan bukan  &#8220;BUNGA&#8221;. Inilah yang rupanya membawa konsekuensi, dimana beberapa rekan terpaksa mengundurkan diri sebagai peserta karena mereka tidak yakin akan kemampuannya jika melukis selain bunga.</li>
<li>Lukisan harus dibuat di atas kanvas dengan ukuran yang seragam (70cm x 90cm), dengan spanraam setebal lebih-kurang 5 cm, sehingga tidak lagi perlu menggunakan Frame (Pigura). Dengan demikian lukisan  menjadi terkesan minimalis, walaupun sebenarnya obyek yang diangkat adalah klasik.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong>MENGGUGAH SEMANGAT</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">Sebagaimana <em>tajuk yang dipilih, yait</em>u<strong> &#8220;SPIRIT HITAM PUTIH&#8221;</strong>, maka saya mencoba untuk memberi makna bahwa tujuan utama dari pameran ini adalah <strong>MENGGUGAH SEMANGAT</strong> khususnya bagi para anggota komunitas Adhicipta Arts dan umumnya bagi para seniman regional Jawa Timur, agar senantiasa tetap mempunyai semangat yang tinggi dan konsisten dalam berkarya, yang substansinya; <strong><em>tidak hanya dalam hal kwantitas</em></strong>, tetapi yang lebih penting adalah <em><strong>dalam hal kwalitas karya</strong>.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Sementara itu <strong>HITAM-PUTIH</strong> mempunyai makna, bahwa : <strong>keindahan itu bisa juga ada didalam kesederhanaan</strong>, artinya bahwa <strong><em>yang sederhana itu belum tentu tidak indah</em></strong>, namun sebaliknya <strong><em>yang glamor itu belum tentu indah</em></strong>. Dengan demikian, menggunakan   media apapun seorang seniman harus tetap bisa menghasilkan karya yang indah dan berkwalitas, bahkan dengan secuil arang sekalipun.</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti pada kegiatan-kegiatan sebelumnya,  komunitas ini lebih mengutamakan pada tujuan membangun kebersamaan, dan saling memberikan dorongan antar sesama anggota komunitas agar lebih giat belajar dan berkarya.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong>UP TO YOU</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">Diantara beberapa karya yang di pamerkan, <strong><em>ada 2 (dua) buah lukisan karya saya</em></strong> yang  masing-masing saya beri judul :<strong> &#8220;UP TO YOU 1&#8243;</strong> <em>(yg menggambarkan Tiang berukir)</em> dan <strong>&#8220;UP TO YOU 2&#8243; </strong><em>(yang menggambarkan Topeng Klasik )</em>.</p>
<div class="mceTemp" style="text-align:justify;">
<dl class="wp-caption alignright">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2010/03/up-to-you-2b.jpg"><img class="size-medium wp-image-119" title="Up to you-2B" src="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2010/03/up-to-you-2b.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Title : UP TO YOU-2 (S.Pandji-2009)</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align:justify;">Pilihan judul ini tentunya  bukan asal comot, tetapi mempunyai tujuan dan maksud agar para pemerhati lukisan memberikan judul sendiri-sendiri sesuai dengan analisa serta alasan masing-masing, &#8230;&#8230; kenapa mereka memilih judul yang mereka yakini tepat untuk lukisan tersebut. Tentunya setiap orang akan memberikan titel yang berbeda-beda,  tergantung sejauh mana mereka akrab dengan obyek yang tampak di dalam lukisan tersebut. Nah, &#8230;&#8230;.. disinilah kecintaan mereka terhadap budaya sendiri diuji.</p>
<p style="text-align:justify;">Konsep Kreatif dari karya ini memang dilandasi oleh semangat cinta Budaya Nusantara, sebagaimana karya-karya sebelumnya yang sekiranya hanya dengan cara ini, saya mampu berbuat sesuatu demi ikut melestarikannya. Semoga upaya ini mendapatkan simpati khususnya dari kalangan generasi muda, agar dikemudian hari Budaya yang sudah kita miliki tidak di bajak oleh bangsa lain.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pandjipainting.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pandjipainting.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pandjipainting.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pandjipainting.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pandjipainting.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pandjipainting.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pandjipainting.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pandjipainting.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pandjipainting.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pandjipainting.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pandjipainting.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pandjipainting.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pandjipainting.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pandjipainting.wordpress.com/114/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pandjipainting.wordpress.com&amp;blog=6071918&amp;post=114&amp;subd=pandjipainting&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pandjipainting.wordpress.com/2010/03/31/spirit-hitam-putih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1ac04ad366d9d61f770073125483c3a4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Sudiyanto Pandji</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2010/04/batas-11.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">batas-1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2010/03/daun.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">daun</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2009/01/up-to-you1b2-e1310099069725.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Up to you1B</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2010/03/up-to-you-2b.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Up to you-2B</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>S. PANDJI tentang S. TOYO</title>
		<link>http://pandjipainting.wordpress.com/2009/12/24/s-pandji-tentang-s-toyo/</link>
		<comments>http://pandjipainting.wordpress.com/2009/12/24/s-pandji-tentang-s-toyo/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 18:37:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sudiyanto Pandji</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pelukis]]></category>
		<category><![CDATA[Seniman Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh Seni]]></category>
		<category><![CDATA[Lukisan Realis]]></category>
		<category><![CDATA[Pelukis Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Perupa]]></category>
		<category><![CDATA[S.Toyo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pandjipainting.wordpress.com/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[  Bagi para seniman/pelukis dan para pemerhati seni-lukis di Surabaya S.TOYO (1992) dengan latar belakang lukisannya. khusunya dan Jawa Timur umumnya, barang kali nama S. Toyo bukanlah nama yang asing. Sebagaimana kita kenal bersama bahwa S.Toyo adalah seorang pelukis realis yang sangat konsisten sampai akhir hidupnya. Walaupun banyak orang mengenal S. Toyo melalui karya-karyanya, namun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pandjipainting.wordpress.com&amp;blog=6071918&amp;post=100&amp;subd=pandjipainting&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2010/04/batas-11.jpg"><img title="batas-1" src="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2010/04/batas-11.jpg?w=468&#038;h=5" alt="" width="468" height="5" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2009/01/daun.jpg"><img title="daun" src="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2009/01/daun.jpg?w=28&#038;h=28" alt="" width="28" height="28" /></a>  Bagi para seniman/pelukis dan para pemerhati seni-lukis di Surabaya</p>
<div class="mceTemp" style="text-align:center;">
<dl class="wp-caption alignright">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2009/12/s-toyo.jpg"><img class="size-medium wp-image-377" title="S-TOYO" src="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2009/12/s-toyo.jpg?w=300&#038;h=251" alt="" width="300" height="251" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">S.TOYO (1992) dengan latar belakang lukisannya.</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align:justify;">khusunya dan Jawa Timur umumnya, barang kali nama <a href="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2009/12/s-toyo.jpg"><strong>S. Toyo</strong></a> bukanlah nama yang asing. Sebagaimana kita kenal bersama bahwa S.Toyo adalah seorang pelukis realis yang sangat konsisten sampai akhir hidupnya. Walaupun banyak orang mengenal S. Toyo melalui karya-karyanya, namun saya yakin bahwa tidak banyak dari mereka yang mengetahui sosok S. Toyo  dari dekat, apalagi tentang kehidupan pribadinya yang unik serta kegeniusanya sebagai seorang seniman. Saya banyak mengetahui pribadi beliau karena pernah tinggal dan hidup bersama beliau hampir selama 2 tahun.</p>
<p><strong>AWAL PERKENALAN SAYA DENGAN S. TOYO.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pada pertengahan tahun 1972 saat saya duduk di bangku Sekolah Menengah Atas di kota Kediri, seorang tetangga yang mempunyai usaha di bidang percetakan yang bernama Pak BAKRI merekrut saya menjadi seorang juru gambar.</p>
<div style="text-align:center;">
<dl>
<dt><a href="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2009/12/cikar-1.jpg"><img title="CIKAR 1" src="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2009/12/cikar-1.jpg?w=300&#038;h=175" alt="" width="300" height="175" /></a></dt>
</dl>
<address><span style="color:#0000ff;">CIKAR 1 (1990), karya S.Toyo</span></address>
</div>
<p style="text-align:justify;">Suatu saat, beliau membawa sebuah lukisan  berukuran kira-kira 45 cm x 60 cm dengan gambar <em>seorang wanita telanjang sedang menuntun seorang anak kecil</em>yang juga telanjang dengan</p>
<p class="size-medium wp-image-380">pose tampak dari belakang. Dengan menunjukkan lukisan tersebut beliau berkata <em>&#8221; Ini lho lukisannya mas Toyo yang sekarang tinggal di Surabaya. Dulu dia juga membantu saya seperti kamu, dan setelah beberapa tahun ikut mas Djono di ujung Pandang, sekarang dia memilih profesi sebagai pelukis dan tinggal di Surabaya. Nanti kalau kamu sudah lulus sekolah tak ajak ke Surabaya untuk saya kenalkan dengan mas Toyo&#8221;.<span id="more-100"></span></em></p>
<p style="text-align:justify;">Menurut ukuran saya yang saat itu sudah kranjingan belajar melukis, lukisan tersebut sangat bagus sekali, dan oleh karena itu saya sudah tidak sabar menunggu untuk segera berkenalan dengan beliau. Pertengahan 1973 setelah saya tamat sekolah janji Pak Bakri saya tagih,dan singkat kata pada suatu kesempatan, saya berangkat  bersama Pak Bakri ke Surabaya untuk berkenalan dengan S.Toyo.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>LANGSUNG TINGGAL DENGAN S.TOYO</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Saat tiba di Surabaya kami berdua langsung menuju rumah beliau di kawasan Kaliasin gang Pompa, namun tidak ketemu dengan beliau karena yang bersangkutan sedang berada di Studio miliknya. Oleh karena itu kami langsung menuju ke Studionya  di kawasan Jl. Diponegoro Surabaya yang diberi nama<strong> &#8220;TITIAN STUDIO&#8221;</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan setelah berbasa-basi, pak Bakri menyampaikan keinginan saya untuk berkenalan dengan mas Toyo. Usai berbincang-bincang, Pak Bakri mengajak saya pulang karena waktu sudah menjelang sore, namun anehnya,  saat itu saya tidak ingin pulang dengan alasan masih banyak yang ingin saya ketahui tentang berbagai hal mengenai seni lukis. Dan sejak saat itulah saya putuskan untuk tinggal bersama beliau (S.Toyo) di sebuah Studio yang berukuran sekitar 3,5 x 4,00 m hingga hampir 2 tahun lamanya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>HARI-HARI BERSAMA S.TOYO</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Di studio, kami tinggal bertiga dengan seorang yang biasa mengurus kegiatan beliau mulai dari pengadaan alat-alat lukis, pigora (frame) serta mengirim lukisan pada tempat-tempat tertentu. Hari-hari bersama <a href="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2009/12/s-toyo.jpg">S.Toyo</a>, kami mengikuti terus kegiatan beliau baik dalam proses berkarya, bersosialisasi dengan teman dan lingkungannya, sampai dengan proses bertransaksi atas hasil karyanya. Acap kali saya diajak keliling ke beberapa galeri seperti Bangun Art shop, Gading Murni, dan dikenalkan dengan beberapa teman beliau seperti mas Sokhib, Gunawan, Tholib Prasodjo dll. Selama itulah saya mengenal pribadi beliau yang menurut saya beliau adalah :</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><em><strong>seorang yang sangat tekun </strong></em>dalam berkarya,  beliau bekerja tanpa mengenal waktu, bahkan saya sering menunggui beliau melukis mulai jam 10.00 malam sampai jam 03.00 pagi</li>
<li><em><strong>seorang yang sangat cerdas</strong></em>, sebagai seorang yang hanya tamatan Sekolah Teknik (ST), bahasa Inggrisnya begitu baik, dan bacaan beliau setiap hari adalah The Jakarta Pos (koran berbahasa Inggris terbitan Jakarta) yang saat itu di Surabaya jarang yang jual.</li>
<li><em><strong>seorang yang konsisten dan rendah hati</strong></em>. Dia sangat menghargai karya-karya orang lain termasuk karya para pelukis muda, dan beliau juga  selalu banyak belajar untuk memperkaya ilmu pengetahuan serta hal-hal lain guna menunjang karya-karyanya. Beliau juga mengaku bahwa saat di Ujung Pandang dia sempat berteman dengan seorang pelukis yang ahli melukis Burung yang bernama Martin, dan dari pelukis tersebut dia banyak belajar melukis binatang.</li>
<li><em><strong>seorang yang kreatif,</strong></em> sering menemukan tema-tema baru dalam karya-karyanya yang digali dari kehidupan yang realistis seperti mengunduh kapuk dlsb.  Bahkanbeliau pernah menunjukkan kepada saya sebuah <em>buku sket yang berisi gambar wayang seniman,</em> maksudnya adalah gambar teman-teman beliau (para seniman) dalam bentuk wayang, misalnya : <em>beliau sendiri digambarkan seperti sosok Bima dengan raut wajah</em> <em>(wondo)gurnat</em> dengan memegang senjata berbentuk kuas, sementara <em>cak Tholib Prasodjodigambarkan seperti sosok</em> <em> seorang resi</em>, dan <em>Her Rusmadi seperti sosok Burisrowo</em>. Ini mungkin harta karun yang tak ternilai dan harus dicari siapa yang menyimpanya.</li>
<li><em><strong>seorang yang bijaksana,</strong></em> karena itu banyak para pelukis muda sering berkunjung kepada beliau hanya untuk curhat, menyampaikan keluhan dlsb. Dan beliau selalu memberikan saran-saran dan jalan keluar bagi para pelukis yunior tersebut.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Masih banyak  hal-hal lain yang berkesan terkait dengan sosok S.Toyo serta keberadaanya sebagai seniman/pelukis yang telah membuktikan eksistensinya di bidang tersebut sampai akhir hayatnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>KENANGAN BERSAMA S.TOYO</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ada sebuah kejadian yang sangat berkesan dan<em> tidak pernah terlupakan</em> selama berkarya bersama S.Toyo.</p>
<p style="text-align:justify;">Suatu saat beliau mendapat pesanan lukisan foto<strong> Presiden dan Wakil Presiden</strong> (Pak Harto dan Hamengkubuwono IX) yang jumlahnya sekitar 10 pasang. Saya belajar banyak tentang melukis foto juga dari peristiwa ini. Saat itu  sejumlah lukisan foto sudah pada tahap finishing.  Setelah usai melukis pada tengah malam, lampu petromak dimatikan dan diganti dengan lampu teplok <em>(maklum di studio saat itu belum dialiri listrik)</em>. Tanpa kami sadari bahwa sumbu lampu tempel dinyalakan terlalu besar ulirannya sehingga nyala apinya semakin lama menjadi semakin besar dan menimbulkan <em>keluarnya jelaga </em><strong>(angus)</strong> yang beterbangan ke seluruh ruangan. Tak ayal lagi jelaga yang beterbangan tersebut menempel di beberapa lukisan yang posisinya terbuka (tidak tengkurap), termasuk diantaranya lukisan Presiden dan Wakil Presien yang sudah pada tahap finishing. Saya tahu bahwa beliau saat itu sangat marah, tapi dia tidak tunjukkan kemarahanya kepada kami kecuali meminta kepada kami untuk melakukan sesuatu yaitu membersihkan lukisan-lukisan yang terkena jelaga tersebut. Inilah yang sangat berkesan bagi saya, pada kondisi seperti itu beliau bisa menahan diri, dan disitulah tampak sekali kematangan pribadinya. Oleh karenanya dikalangan para seniman/pelukis, <a href="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2009/12/s-toyo.jpg">S.Toyo</a> sangat disegani.</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align:center;">
<address class="wp-caption-dt"><a href="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2009/12/perahu-1.jpg"><img class="size-medium wp-image-382" title="PERAHU 1" src="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2009/12/perahu-1.jpg?w=300&#038;h=161" alt="" width="300" height="161" /></a></address>
<address class="wp-caption-dd"><span style="color:#0000ff;">PERAHU 1 (1990), karya S.Toyo</span></address>
</div>
<p style="text-align:justify;">Di dunia Seni Lukis, sosok S.Toyo telah banyak memberi kontribusi dengan lahirnya karya-karya yang kreatif dan inovatif. Karya-karyanya yang menggunakan pisau Palet  seperti <a href="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2009/12/cikar-1.jpg">CIKAR 1</a>, <a href="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2009/12/perahu-1.jpg">PERAHU 1</a> dan yang lainnya yang digelar pada Pamerannya di DKS 1990 semakin memperkuat karakter lukisannya. Dan keteguhannya banyak memberi motivasi pada para yuniornya termasuk saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sayangnya, saat beliau dipanggil oleh Allah yang Maha Kuasa saya tidak sempat menghadiri pemakamanya karena saat itu saya tinggal di Jakarta dan tidak ada yang memberi tahu tentang kepulangan  beliau.</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga tulisan ini bermanfaat, khususnya bagi <em><span style="color:#0000ff;">lingkungan dekat S. Toyo khususnya keluarga beliau</span></em>,  kalangan seniman serta dunia seni-lukis Jawa Timur pada umumnya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pandjipainting.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pandjipainting.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pandjipainting.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pandjipainting.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pandjipainting.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pandjipainting.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pandjipainting.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pandjipainting.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pandjipainting.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pandjipainting.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pandjipainting.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pandjipainting.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pandjipainting.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pandjipainting.wordpress.com/100/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pandjipainting.wordpress.com&amp;blog=6071918&amp;post=100&amp;subd=pandjipainting&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pandjipainting.wordpress.com/2009/12/24/s-pandji-tentang-s-toyo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1ac04ad366d9d61f770073125483c3a4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Sudiyanto Pandji</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2010/04/batas-11.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">batas-1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2009/01/daun.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">daun</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2009/12/s-toyo.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">S-TOYO</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2009/12/cikar-1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">CIKAR 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2009/12/perahu-1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">PERAHU 1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BEDHOYO KETAWANG</title>
		<link>http://pandjipainting.wordpress.com/2009/01/12/bedhoyo-ketawang/</link>
		<comments>http://pandjipainting.wordpress.com/2009/01/12/bedhoyo-ketawang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jan 2009 18:37:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sudiyanto Pandji</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni Tari]]></category>
		<category><![CDATA[Tari Tradisional]]></category>
		<category><![CDATA[Bedaya]]></category>
		<category><![CDATA[Bedhaya]]></category>
		<category><![CDATA[Bedhoyo]]></category>
		<category><![CDATA[Bedoyo]]></category>
		<category><![CDATA[Romantic]]></category>
		<category><![CDATA[Romantic Art]]></category>
		<category><![CDATA[Romantik Klasik]]></category>
		<category><![CDATA[Tari Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Tari Kraton]]></category>
		<category><![CDATA[Tari Romantik]]></category>
		<category><![CDATA[Tari Sakral]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pandjipainting.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Pada tahun 2000, saat saya dan teman-teman menghadiri sebuah acara sarasehan sastra Jawa disebuah tempat di Jakarta Selatan, saya diperkenalkan oleh mas Edy dengan seorang ibu yang bernama ibu Astuti Hendrato, seorang ibu yang mengenakan pakaian Jawa klasik dengan jarik, kebaya serta sanggul, yang ternyata beliau adalah “dosen luar biasa Sastra Jawa di Fakultas Sastra [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pandjipainting.wordpress.com&amp;blog=6071918&amp;post=3&amp;subd=pandjipainting&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><a href="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2009/01/bedoyo.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-7" title="bedoyo" src="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2009/01/bedoyo.jpg?w=468" alt="bedoyo"   /></a></div>
<p style="text-align:justify;"><em><a href="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2009/01/daun.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-197" title="daun" src="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2009/01/daun.jpg?w=29&#038;h=29" alt="" width="29" height="29" /></a>Pada tahun 2000</em>, saat saya dan teman-teman menghadiri sebuah acara <em>sarasehan sastra Jawa</em> disebuah tempat di Jakarta Selatan, saya diperkenalkan oleh <em>mas Edy</em> dengan seorang ibu yang bernama <em><strong>ibu Astuti Hendrato</strong></em>, seorang ibu yang mengenakan pakaian Jawa klasik dengan jarik, kebaya serta sanggul, yang ternyata beliau adalah “dosen luar biasa Sastra Jawa di Fakultas Sastra Universitas Indonesia (UI)”. Dalam perbincangan disela-sela acara, terkuak bahwa ternyata beliau adalah salah seorang pelaku tari dari sebuah tari tradisional yang begitu sacral dari keraton Surakarta yang disebut tari <strong>“BEDHAYA KETAWANG”.</strong> Kebetulan sekali, karena sudah sejak lama saya ingin mengabadikan tarian tersebut dalam sebuah lukisan, namun karena untuk mendapatkan informasi seputar tarian tersebut saya belum menemukan nara sumber yang tepat, maka perkenalan saya dengan ibu Astuti ini seolah-olah menggugah semangat saya untuk segera mewujudkan keinginan saya tersebut.<span id="more-3"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Buntut dari perkenalan saya ini, akhirnya saya mendapatkan sebuah buku kecil yang berjudul Bedhaya Ketawang yang disusun oleh KGPH. Hadiwidjojo, yang disunting oleh Ibu Astuti Hendrato sendiri dan diterbitkan Tahun 1981 oleh Balai Pustaka .</p>
<div id="attachment_461" class="wp-caption alignright" style="width: 241px"><a href="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2009/01/ibu-astuti-hendrato.jpg"><img class="size-medium wp-image-461" title="ibu Astuti Hendrato" src="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2009/01/ibu-astuti-hendrato.jpg?w=231&#038;h=300" alt="" width="231" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Foto Ibu Astuti Hendrato dalam keseharian</p></div>
<p style="text-align:justify;">Yang menarik dari Bedhaya Ketawang adalah bahwa tarian ini adalah <span style="color:#993300;">bukan tarian yang diciptakan untuk tontonan ataupun hiburan</span>, melainkan tarian yang <span style="color:#993300;">bersifat Seremonial</span>, dan berlaku aturan-aturan khusus bagi para pelaku serta pihak-pihak yang terlibat baik langsung maupun tidak langsung.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong><em>Adapun aturan-aturan khusus tersebut antara lain sbb;</em></strong></span><br />
<span style="color:#993300;">1. Para penari, penabuh gamelan, pesinden</span> serta <span style="color:#993300;">para kerabat</span> yang mengikuti jalannya upacara, harus dalam <span style="color:#993300;">keadaan suci lahir-bhatin</span> dan <span style="color:#993300;">khusus bagi para penari</span>, mereka harus seseorang yang <span style="color:#993300;">masih gadis (perawan).</span><br />
2. Beberapa hari sebelum mengikuti pergelaran, <span style="color:#993300;">mereka semua harus melakukan puasa</span> terlebih dahulu, dan diakhiri <span style="color:#993300;">dengan mandi besar</span>.<br />
3. <span style="color:#993300;">Hari pergelaran</span> harus jatuh pada <span style="color:#993300;">hari Anggarakasih</span> yaitu hari<span style="color:#993300;"> Selasa Kliwon</span> dalam penanggalan Jawa.<br />
<span style="color:#993300;">4. Yang boleh mengikuti jalannya pergelaran</span> hanyalah mereka yang masuk dalam status <span style="color:#993300;">keluarga dan pejabat Keraton</span> dan masyarakat dari luar keraton tidak diperkenankan untuk mengikuti jalannya pergelaran ini.<br />
5. Selama pergelaran <span style="color:#993300;">tidak diperbolehkan merokok,</span> <span style="color:#993300;">tidak disediakan makanan</span> dan <span style="color:#993300;">minuman</span>, dan <span style="color:#993300;">tidak diperbolehkan berbicara</span> satu sama lain (ngobrol), sehingga kekhidmatan jalannya upacara tidak terganggu.<br />
6.Keluarnya para penari dari Dalem Ageng Prabasuyasa (ruang dalam) menuju Ke Pendopo Ageng Sasonosewoko (tempat pergelaran), adalah dengan cara mengitari Sinuhun (Posisi duduk Raja) dari sebelah kiri memutar kekanan searah jarum jam, begitu juga saat para penari kembali ke Dalem Ageng harus tetap mengkanankan posisi duduk Sang Raja .<br />
<span style="color:#993300;">7</span>. <span style="color:#993300;">Dilarang mengumandangkan</span> atau <span style="color:#993300;">menyenandungkan gending/</span>lagu pengiring tarian ini baik secara vokal maupun dalam bentuk siulan.<br />
Dan masih banyak lagi aturan-aturan lain yang mesti dipatuhi termasuk <span style="color:#993300;">ragam jenis sesaji dan lain-lain</span>, yang semua itu bertujuan agar terhindar dari hal-hal yang tidak dikehendaki.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari berbagai persyaratan dan aturan yang diberlakukan bagi pergelaran Tari Bedhoyo Ketawang, perlu dicermati sejauh mana hal tersebut terkait dengan kehidupan masyarakat pada masa itu dan kehidupan kita sebagai masyarakat global saat ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang jelas, jauh sebelum berbagai agama hadir di dunia, unsur-unsur budaya telah mempunyai andil yang sangat besar bagi manusia sebagai sarana untuk mencari jati diri, membangun peradaban serta membangun kelompok sosial demi kelangsungan hidup yang penuh kedamaian. Adalah fenomena yang tidak bisa dikesampingkan bahwa unsur kebudayaan akan berubah dan mereposisikan diri sesuai dengan perkembangan zaman dan masanya, namun hakekat dari semua aktifitas budaya adalah merupakan media sosial, alat komunikasi baik secara Vertikal maupun Horisontal (Hablum minallah, hablum minanas).</p>
<p style="text-align:justify;">Lukisan Bedhoyo Ketawang yang saya dambakan sekarang telah terwujud dan telah ikut serta  dalam Pameran di <span style="color:#0000ff;">House Of Sampoerna</span> Agustus 2008, dan menjadi pokok bahasan pada acara Talk Show yang menjadi aganda dalam  acara tersebut.<br />
Secuil harapan berkecamuk dalam hati, semoga dengan lukisan ini terpancing <em><strong>sebuah pertanyaan, tercipta sebuah diskusi, tersebar sebuah informasi budaya</strong></em> dan <em><strong>tersirat keinginan dalam hati kita untuk ikut  melestarikan</strong></em> karya seni/budaya adhiluhung khususnya  <em><strong>seni dan budaya tradisional</strong></em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Trima kasih <em><span style="color:#0000ff;"><strong>mas Edy</strong>,</span> <span style="color:#0000ff;">matur nuwun <strong>ibu Astuti</strong>,</span></em> semoga tulisan ini mempunyai andil dalam upaya ikut <span style="color:#993300;">melestarikan tari tradisional</span> pada umumnya dan <span style="color:#993300;">Bedhoyo Ketawang</span> khususnya.</p>
<div class="mceTemp" style="text-align:center;">
<dl class="wp-caption alignnone">
<dt class="wp-caption-dt"></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Bedhaya Ketawang</dd>
</dl>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pandjipainting.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pandjipainting.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pandjipainting.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pandjipainting.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pandjipainting.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pandjipainting.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pandjipainting.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pandjipainting.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pandjipainting.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pandjipainting.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pandjipainting.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pandjipainting.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pandjipainting.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pandjipainting.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pandjipainting.wordpress.com&amp;blog=6071918&amp;post=3&amp;subd=pandjipainting&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pandjipainting.wordpress.com/2009/01/12/bedhoyo-ketawang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1ac04ad366d9d61f770073125483c3a4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Sudiyanto Pandji</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2009/01/bedoyo.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bedoyo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2009/01/daun.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">daun</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pandjipainting.files.wordpress.com/2009/01/ibu-astuti-hendrato.jpg?w=231" medium="image">
			<media:title type="html">ibu Astuti Hendrato</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Selamat Datang!</title>
		<link>http://pandjipainting.wordpress.com/2009/01/06/hello-world/</link>
		<comments>http://pandjipainting.wordpress.com/2009/01/06/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 16:58:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sudiyanto Pandji</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Selamat Datang dan terima kasih telah berkunjung di S. Pandji Online blog. Pada dasarnya blog ini merupakan catatan dan pemikiran saya tentang berbagai hal yang berkaitan dengan masalah &#8220;seni dan budaya serta pengaruh yang ditimbulkan dalam kehidupan masyarakat&#8221;. Sadar atau tidak, sikap dan perilaku kita dalam kehidupan sehari-hari banyak dipengaruhi oleh &#8220;seni, budaya dan tradisi&#8221; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pandjipainting.wordpress.com&amp;blog=6071918&amp;post=1&amp;subd=pandjipainting&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat Datang dan terima kasih telah berkunjung di S. Pandji Online blog. Pada dasarnya blog ini merupakan catatan dan pemikiran saya tentang berbagai hal yang berkaitan dengan masalah <span style="color:#ff6600;"><em>&#8220;seni dan budaya serta pengaruh yang ditimbulkan dalam kehidupan masyarakat&#8221;</em></span>.<span id="more-1"></span></p>
<p>Sadar atau tidak, sikap dan perilaku kita dalam kehidupan sehari-hari banyak dipengaruhi oleh <span style="color:#ff6600;"><em>&#8220;seni, budaya dan tradisi&#8221;</em></span> yang tumbuh dan berkembang dilingkungan tempat kita tinggal. Ia memang tercipta oleh adanya suatu kebutuhan akan media guna menyampaikan (meng-ekspresikan) apa yang ada didalam relung jiwanya, sehingga terwujudlah bentuk-bentuk seperti  karya : sastra, tari, coretan dan gubahan-gubahan lain yang mengandung pesan, kesan serta filosifi yang pada hakekatnya adalah visualisasi gagasan atau pemikiran sang seniman. Realitanya, produk seni dan budayalah yang selama ini mengiringi lajunya perkembangan teknologi, dan menjadi penyeimbang (balancing) antara ilmu pengetahuan dan  humaniora. Produk seni dan budaya telah terbukti efektif sebagai <em><span style="color:#ff6600;">alat  komunikasi</span></em> baik secara horisontal maupun vertikal.</p>
<p>Menurut para ahli, <em><span style="color:#ff6600;">&#8220;seni/budaya adalah hasil proses (output) dari &#8220;otak kanan&#8221;</span></em> yang bersandar pada<em><span style="color:#ff6600;"> &#8220;intuisi, emosi serta hati nurani&#8221; </span></em>yang bersifat elastis dan toleran sehingga cenderung irasional.   Sikap dan perilaku yang anarkis, biasanya hanya dilakukan oleh orang-orang yang  kering akan akar budaya lingkungannya. Sebagai contoh :  mustahil jika <em><span style="color:#0000ff;">&#8220;penebangan hutan secara liar dilakukan oleh orang yang mencintai alam&#8221; </span></em> atau <em><span style="color:#0000ff;">&#8220;seorang mahasiswa yang mencintai almamaternya merusak kampusnya sendiri&#8221;</span></em>. Tetapi kenapa justru dewasa ini kita sering menyaksikan perilaku yang demikian, jawabanya adalah :<span style="color:#ff6600;"> <em>&#8220;karena telah terjadi kegersangan yang amat serius pada jiwa kebanyakan orang&#8221;</em></span>.</p>
<p>Betapa berbahaya  jika ada orang yang mempunyai intelektual/kecerdasan tinggi tetapi tidak mempunyai landasan <em><span style="color:#ff6600;">&#8220;sikap-moral&#8221;</span></em> yang penuh cinta kasih pada sesama dan apa yang berada pada lingkungannya, maka kecerdasan dan intelektualitasnya hanya akan menimbulkan masalah dan bencana.</p>
<p><em><span style="color:#0000ff;">Berkesenian</span></em> atau <em><span style="color:#0000ff;">ber-aktifitas budaya</span></em> membawa dampak dimana pelaku seni/budaya tersebut akan dibawa pada<span style="color:#0000ff;"> kondisi relaks</span> <span style="color:#ff6600;"><em>(alpha state)</em></span> sehingga pada kondisi ini segala sikap/perilakunya terkontrol dengan baik, jauh dari perasaan tertekan (stress).</p>
<p>Semoga kita selalu menjunjung tinggi akar budaya kita, agar kita menjadi golongan  orang yang penuh kasih sayang, toleran dan  bijaksana.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pandjipainting.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pandjipainting.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pandjipainting.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pandjipainting.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pandjipainting.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pandjipainting.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pandjipainting.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pandjipainting.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pandjipainting.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pandjipainting.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pandjipainting.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pandjipainting.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pandjipainting.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pandjipainting.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pandjipainting.wordpress.com&amp;blog=6071918&amp;post=1&amp;subd=pandjipainting&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pandjipainting.wordpress.com/2009/01/06/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1ac04ad366d9d61f770073125483c3a4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Sudiyanto Pandji</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
