Selamat Datang!

Selamat Datang dan terima kasih telah berkunjung di S. Pandji Online blog. Pada dasarnya blog ini merupakan catatan dan pemikiran saya tentang berbagai hal yang berkaitan dengan masalah “seni dan budaya serta pengaruh yang ditimbulkan dalam kehidupan masyarakat”.

Sadar atau tidak, sikap dan perilaku kita dalam kehidupan sehari-hari banyak dipengaruhi oleh “seni, budaya dan tradisi” yang tumbuh dan berkembang dilingkungan tempat kita tinggal. Ia memang tercipta oleh adanya suatu kebutuhan akan media guna menyampaikan (meng-ekspresikan) apa yang ada didalam relung jiwanya, sehingga terwujudlah bentuk-bentuk seperti  karya : sastra, tari, coretan dan gubahan-gubahan lain yang mengandung pesan, kesan serta filosifi yang pada hakekatnya adalah visualisasi gagasan atau pemikiran sang seniman. Realitanya, produk seni dan budayalah yang selama ini mengiringi lajunya perkembangan teknologi, dan menjadi penyeimbang (balancing) antara ilmu pengetahuan dan  humaniora. Produk seni dan budaya telah terbukti efektif sebagai alat  komunikasi baik secara horisontal maupun vertikal.

Menurut para ahli, “seni/budaya adalah hasil proses (output) dari “otak kanan” yang bersandar pada “intuisi, emosi serta hati nurani” yang bersifat elastis dan toleran sehingga cenderung irasional.   Sikap dan perilaku yang anarkis, biasanya hanya dilakukan oleh orang-orang yang  kering akan akar budaya lingkungannya. Sebagai contoh :  mustahil jika “penebangan hutan secara liar dilakukan oleh orang yang mencintai alam” atau “seorang mahasiswa yang mencintai almamaternya merusak kampusnya sendiri”. Tetapi kenapa justru dewasa ini kita sering menyaksikan perilaku yang demikian, jawabanya adalah : “karena telah terjadi kegersangan yang amat serius pada jiwa kebanyakan orang”.

Betapa berbahaya  jika ada orang yang mempunyai intelektual/kecerdasan tinggi tetapi tidak mempunyai landasan “sikap-moral” yang penuh cinta kasih pada sesama dan apa yang berada pada lingkungannya, maka kecerdasan dan intelektualitasnya hanya akan menimbulkan masalah dan bencana.

Berkesenian atau ber-aktifitas budaya membawa dampak dimana pelaku seni/budaya tersebut akan dibawa pada kondisi relaks (alpha state) sehingga pada kondisi ini segala sikap/perilakunya terkontrol dengan baik, jauh dari perasaan tertekan (stress).

Semoga kita selalu menjunjung tinggi akar budaya kita, agar kita menjadi golongan  orang yang penuh kasih sayang, toleran dan  bijaksana.

5 Tanggapan

  1. Hi, this is a comment.
    To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.

  2. Terima kasih. Nderek sinau. Sae kagem pengertosan. Terus berkarya.

  3. Pak Pandji, nyuwun pangapunten, kulo pados referensi tentang gending Subositi ananging dereng angsal pangertosan ingkang memuaskan, menopo saged maringi bantuan njih bapak.. sejarah gending Subositi meniko pripun, asreng kagem ginaaken wonten acara menopo, lan sanesipun pangertosan tentang gending Subositi meniko… matur sembah nuwun bapak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: