BEDHOYO KETAWANG

bedoyo

Pada tahun 2000, saat saya dan teman-teman menghadiri sebuah acara sarasehan sastra Jawa disebuah tempat di Jakarta Selatan, saya diperkenalkan oleh mas Edy dengan seorang ibu yang bernama ibu Astuti Hendrato, seorang ibu yang mengenakan pakaian Jawa klasik dengan jarik, kebaya serta sanggul, yang ternyata beliau adalah “dosen luar biasa Sastra Jawa di Fakultas Sastra Universitas Indonesia (UI)”. Dalam perbincangan disela-sela acara, terkuak bahwa ternyata beliau adalah salah seorang pelaku tari dari sebuah tari tradisional yang begitu sacral dari keraton Surakarta yang disebut tari “BEDHAYA KETAWANG”. Kebetulan sekali, karena sudah sejak lama saya ingin mengabadikan tarian tersebut dalam sebuah lukisan, namun karena untuk mendapatkan informasi seputar tarian tersebut saya belum menemukan nara sumber yang tepat, maka perkenalan saya dengan ibu Astuti ini seolah-olah menggugah semangat saya untuk segera mewujudkan keinginan saya tersebut. Baca lebih lanjut