• Hari & Pasaran

  • Kategori

  • Halaman Blog

  • Tulisan Terakhir

  • Blog Stats

    • 214,002 hits
  • Kalender

    Februari 2018
    S S R K J S M
    « Des    
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728  
  • Komentar Terbaru

    KANG WARDI jogjos di MENGENAL GENDING JAWA (Bagian…
    Sudiyanto Pandji di MENGENAL GENDING JAWA (Bagian…
    Mohammad Nasucha di MENGENAL GENDING JAWA (Bagian…
    Sudiyanto Pandji di MENGENAL GENDING JAWA (Bagian…
    rasino di MENGENAL GENDING JAWA (Bagian…
  • Masalah Kesehatan

  • Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

    Bergabunglah dengan 13 pengikut lainnya

  • Meta

  • RSS Pusat Informasi Kesenian Jatim

    • PINDAH ALAMAT Desember 9, 2017
      Iklan Filed under: Berita
      brangwetan
  • RSS Henri Nurcahyo

    • Perjalanan Imajinasi Karya Sembilan Perupa Januari 14, 2018
      JAKARTA: Pameran Lukisan “Semanggi Suroboyo” di Balai Budaya, Jalan Gereja Theresia Jakarta, menunjukkan keberagaman karya sembilan perupa yang memesona. Tidak satupun dari mereka yang mengesankan kemiripan satu sama lain. Sebanyak 52 lukisan dari 9 perupa Surabaya ini berhasil menyajikan 9 pesona yang masing-masing memiliki daya pikat tersendiri. Dalam pame […]
      henrinurcahyo
    • Balai Pemuda: Seniman dan Anjing Dilarang Masuk Desember 9, 2017
      Catatan Henri Nurcahyo Ketika masih bernama De Simpangsche Societeit, Balai Pemuda menjadi tempat rekreasi orang-orang Belanda untuk pesta ria, dansa dan hura-hura. Hanya golongan mereka saja yang boleh masuk, sebagaimana jelas terpampang di sebuah plang: Verboden voor honden en Inlander (dilarang masuk bagi anjing dan pribumi). Ketika kemudian sekarang ini […]
      henrinurcahyo
  • Image

  • Iklan

BEDHOYO KETAWANG

bedoyo

Pada tahun 2000, saat saya dan teman-teman menghadiri sebuah acara sarasehan sastra Jawa disebuah tempat di Jakarta Selatan, saya diperkenalkan oleh mas Edy dengan seorang ibu yang bernama ibu Astuti Hendrato, seorang ibu yang mengenakan pakaian Jawa klasik dengan jarik, kebaya serta sanggul, yang ternyata beliau adalah “dosen luar biasa Sastra Jawa di Fakultas Sastra Universitas Indonesia (UI)”. Dalam perbincangan disela-sela acara, terkuak bahwa ternyata beliau adalah salah seorang pelaku tari dari sebuah tari tradisional yang begitu sacral dari keraton Surakarta yang disebut tari “BEDHAYA KETAWANG”. Kebetulan sekali, karena sudah sejak lama saya ingin mengabadikan tarian tersebut dalam sebuah lukisan, namun karena untuk mendapatkan informasi seputar tarian tersebut saya belum menemukan nara sumber yang tepat, maka perkenalan saya dengan ibu Astuti ini seolah-olah menggugah semangat saya untuk segera mewujudkan keinginan saya tersebut. Baca lebih lanjut

Iklan